Tampilkan postingan dengan label gemar membaca. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gemar membaca. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 Oktober 2011

KIAT MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA

Kegiatan sehari-hari dalam kesibukan apapun kita kadang tak lepas dari kegiatan membaca sebuah tulisan, tulisan tersebut akan behubungan langsung atau tidak dengan kegiatan kita, yang jelas dari membaca kita dapat menyerap dan mengerti informasi yang didapat dari membaca tadi.


Membaca adalah aktivitas untuk mengeja huruf-huruf menjadi sebuah kalimat yang mengandung maksud atau pengertian, aktivitas membaca harus didasari dengan kemampuan memahami suatu susunan huruf yang dirangkai menjadi sebuah kata-kata, kemudian kata-kata tadi dirangkai menjadi sebuah kalimat, dengan kalimat itu terkandung suatu pengertian dari apa yang diutarakan oleh seorang penulis, adapun penulis membuat suatu bacaan tidak lain mengandung maksud ingin menyampaikan apa yang ada dipikirannya.

Tahapan membaca.

Ketrampilan membaca harus kita latih sejak dini, karena ketrampilan tersebut tidak dapat dengan sendirinya dikuasai, tetapi melalui tahap demi tahap, Membaca merupakan proses interaksi timbal balik antara individu dan informasi simbolik, dan proses ini terjadi melalui beberapa tahapan, yaitu :

  1. Pengenalan, yakni pengenalan pembaca terhadap simbol-simbol huruf, umumnya terjadi jauh sebelum aktifitas membaca dimulai, yaitu saat kita berlatih mengeja huruf-huruf pada waktu mulai belajar membaca.
  2. Asimilasi, yakni proses “melihat”, dalam arti proses dimana mata menangkap bayangan simbol-simbol huruf dan mengirimkan informasi keotak yang akan memberikan interprestasi atas obyek yang dilihat.
  3. intraintegrasi, yakni pembaca dapat memahami keterkaitan antara bagian dalam tulisan yang dibaca, selanjutnya dapat menarik kesimpulan atas ide-ide pokok yang terkandung didalamnya.
  4. Ekstraintegrasi, yakni pembaca menggunakan seluruh pengetahuan, pemahaman, dan juga keyakinan yang telah dimiliki sebelumnya untuk memberikan tanggapan atas subyek yang dibaca, tanggapan ini dapat berupa penerimaan, persetujuan, ataupun penolakan.
  5. Penyimpanan, yakni pembaca menyimpan ide-ide dari sebuah buku beserta tanggapanya sendiri kedalam otak.


Tahapan-tahapan diatas akan dicapai melalui latihan secara teratus agar trampil dan mempunyai kemampuan membaca yang baik.

Orang yang mampu membaca dengan cepat dianggap mampu menyerap banyak informasi, sampai-sampai ada tes pengukuran kecepatan membaca uang menggunakan satuan wpm atau word per minute (di Indonesiakan menjadi kata per menit/kpm). Kita juga mendengar bahwa idealnya seorang pelajar/mahasiswa mempunyai kecepatan membaca 250 kpm.

Pendapat itu tak sepenuhnya benar, membaca cepat hanyalah sebuah “awalan” yang baik, tak ada gunanya kita membaca dengan kecepatan luar biasa, namun segera lupa materi yang kita baca, celakanya, inilah yang sering terjadi.

Untuk dapat membaca dengan “baik”, seluruh tahapan dari proses membaca diatas harus dilalui, kita umumnya memang hanya memperhatikan tahapan pertama dan kedua. Di sekolah misalnya, membaca dengan metode alfabet atau SAS, sampai kita mampu membaca kombinasi dari setiap huruf dalam setiap kata. Setelah itu kita dinyatakan dapat membaca meski mungkin kita tidak mampu menangkap makna dari suatu kalimat, ini tahapan pengenalan.

Kemudian kita diajari bagaimana sikap membaca “yang baik”, duduk dengan punggung tegak, jarak buku dengan mata 25-35 cm, ini tahapan asimilasi, tapi kita tidak mengenal tahapan-tahapan selanjutnya, sekaranglah saatnya kita memperhatikan hal-hal tersebut, bila kita ingin mampu membaca secara cepat dan efektif.

Hal-hal berikut ini mungkin dapat membantu kita melewati setiap tahapan kegaitan membaca. Ketika kita membaca buku, yang ingin kita serap adalah ide-ide, bukan rincian kata demi kata. Ide tidak terletak dalam sebuah kata, melainkan terkandung dalam gabungan beberapa kata, yang disebut frase, frase merupakan gabungan beberapa kata yang telah mengandung pengertian atau ide yang lengkap.

Ternyata membaca akan menjadi lebih cepat kita kita dapat menangkap ide per satuan waktu ke waktu, disamping itu kita tidak terjebak dalam mengumpulkan kata-kata tanpa mengungkap maknanya.

Membaca membutuhkan konsentrasi agar otak kita dapat mencerna apa yang diserap oleh otak kita kemudian kita sortir mana yang paling penting bagi kita dari informasi yang kita baca tadi.

Kemampuan otak cenderung menurun selama waktu belajar atau membaca, waktu optimal antara 20-50 menit. Untuk efektivitas membaca, kita perlu mengambil istirahat sejenak setiap 20-50 menit membaca, sekaligus memberikan kesempatan otek untuk mengendapkan ide-ide yang sudah diserap.

Membaca sebuah tulisan.

Tulisan yaitu buah pikiran yang dituangkan dalam bentuk rangkaian kata-kata menjadi sebuah kalimat yang mengandung suatu pengertian atau maksud.

Kamampuan membaca sebuah tulisan, yaitu kemampuan untuk mengungkapkan ide-ide, atau gagasan dari sebuah tulisan untuk kita serap pada otak kita kemudian kita olah sehingga menjadi suatu pemahaman atau pengertian dari tulisan yang kita baca. membaca sebuah tulisan sama saja dengan ingin mengetahui ide-ide apa yang ditulis oleh seorang penulis, yang dituangkan dalam sebuah karya berupa tulisan, ada seorang filsuf berpendapat “ malalui membaca kita dapat bekeliling dunia” artinya dengan membaca kita dapat mempelajari berbagai informasi dari berbagai belalah dunia, dari situ kita dapat belajar tentang berbagai hal dari negara lain.

Bagi seorang pelajar belajar adalah sudah menjadi kewajibanya, salah satu cara belajar, yaitu dengan melalui kegiatan membaca terutama membaca buku-buku pelajaran atau catatan yang ditulis selama mengikuti pelajaran di sekolah untuk diulang sehingga akan menguasai materi yang diterima di sekolah, maka seorang pelajar harus suka membaca guna menimba berbagai informasi untuk menambah pengetahuannya.

Kebiasaan membaca.

Kebiasaan setiap orang dalam membaca berbeda-beda antara lain, ada orang yang membaca sambil dukuk disuatu tempat contoh di ruang belajar sambil membuat cacatan kecil atau ringkasan atau memberi tanda garis bawah merah pada naskah yang dianggap penting, ada yang membaca sambil tiduran di papan, kursi panjang, atau tempat tidur, akan tetapi membaca cara ini kurang baik karena tidak baik bagi kesehatan, ada yang membaca pada tempat rekreasi seperti di taman, di halaman, atau dibawah pohon yang rindang dan sejuk, ada orang membaca pada pagi hari setelah mandi pagi kemudian membaca Koran untuk mengetahui perkembangan informasi pada hari itu.

Demikian tadi kebiasaan orang dalam aktivitas membaca, hendaknya sebagai seorang pelajar harus mempunyai kesukaan membaca guna menambah berbagai informasi atau pengetahuan.

Kegiatan membaca

Kegiatan membaca tak terbatas oleh usia, perbedaanya yaitu pada usia, bagi yang usianya lebih muda akan lebih mudah untuk memulai belajar membaca cepat dibandingkan dengan yang usianya lebih lanjut, akan tetapi kemampuan belajar tidak tergantung pada usia, melainkan tergantung kemauan pada diri kita sendiri.


Kemampuan membaca cepat dapat kita raih dengan meningkatkan kemampuan jangkauan rentangan kata, yaitu jumlah kata-kata yang dapat ditangkap dalam sekali pandangan mata, semakin banyak semakin baik, menurut pengalaman rata-rata orang dewasa memiliki jangkauann 106 kata setiap pandangan.
Membaca dapat dilakukan dengan cara membaca dalam hati, yaitu membaca yang dilakukan dengan tidak bersuara, hanya mata dan pikiran yang mengeja rangkaian kata-kata sehingga dapat ditanggkap maksud dan tujuan dari isi tulisan yang dibaca tersebut, dan dengan cara membaca nyaring, yaitu membaca dengan mengeluarkan suara sehingga terdenganr suaranya.

Ada berbagai motivasi mengapa orang mau membaca, yaitu antara lain;

  1. Membaca untuk belajar, yaitu membaca buku pelajaran agar memahami materi yang ada pada buku tersebut sesuai dengan materi yang diajarkan oleh guru, buku tersebut dapat berupa buku pelajaran atau buku catatan.
  2. Membaca sebagai rekreasi, yaitu membaca bacaan yang bersifat menghibur diri biasanya berupa bacaan seperti cerpen, novel, majalah, Koran, tabloid, dll.
  3. Membaca untuk seni, yaitu membaca yang dilakukan dalam kegiatan seni seperti membaca puisi, sajak, cerpen, dongeng, dll.
  4. Membaca untuk kegiatan ceremonial, yaitu membaca yang dilakukan dalam suatu kegiatan resmi, spserti membaca acara, Pancasila daalam suatu Upacara Bendera, Surat Keputusan dalam kegiatan serah terima jabatan, dll.
  5. Membaca untuk beribadah, yaitu membaca dengan tujuan untuk beribadah seperti membaca Kitab Suci, berdo’a, berzikir, dll.


Kita menyadari bahwa betapa pentingnya kamampuan membaca untuk memperoleh informasi, di Indonesia telah dilakukan bebagai upaya ditempuh untuk memberantas Bangsa Indonesia dari buta huruf, upaya itu telah menghasilkan yang menggembirakan sudah kurang lebih 84 % dari penduduk Indonesia telah dapat membaca, yang secara langsung akan meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat.


Penutup

Demikian kajian membaca secara singkat, marilah kita mencoba membaca yang baik sehingga maksud dari membaca tersebut dapat tercapai, tanpa menyia-nyiakan waktu yang tak perlu.



BACA SELENGKAPNYA »

Artikel Favorit