Tampilkan postingan dengan label pembelajaran laboratorium ipa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pembelajaran laboratorium ipa. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Maret 2013

Pembelajaran IPA Berbasis Laboratorium

Untuk melaksanakan kegiatan di laboratorium fisika perlu perencanaan yang sistematis agar dapat dicapai tujuan pembelajaran secara optimal. Kegiatan praktikum fisika dapat dilaksanakan di dalam laboratorium atau di luar laboratorium (di lapangan), tergantung pada kepentingannya di dalam membahas konsep dan sub konsep.

clip_image001

Dalam hal ini guru fisika dengan pertimbangannya dapat mengetahui alat mana yang dapat di bawa ke lapangan dan mana yang harus ada di laboratorium atau tidak mungkin di bawa ke luar. Langkah-langkah praktis pelaksanaan kegiatan laboratorium fisika adalah sebagai berikut :

1. Pada awal tahun pelajaran, Guru sebaiknya menyusun program semester untuk kegiatan praktikum, yang tujuannya untuk mengidentifikasi kebutuhan alat/bahan serta menyusun jadwal praktikum di laboratorium.

2. Setiap akan melaksanakan kegiatan laboratorium, guru sebaiknya mengisi format permintaan/peminjaman alat/bahan kemudian diserahkan kepada penanggung jawab teknis laboratorium atau laboran. Hal ini bertujuan untuk memudahkan laboran menyiapkan dan mengidentifikasi alat yang akan digunakan (baik/rusak).

3. Di laboratorium, guru tidak hanya memberikan bimbingan kepada siswa untuk melakukan eksperimen, tetapi guru dapat pula menyampaikan konsep atau subkonsep non eksperimen, yang memerlukan alat bantu, misalnya cara menggunakan alat ukur, misal: jangka sorong, mikrometer, multimeter, dan osiloskop.

4. Kegiatan di lapangan juga dapat dilakukan yang merupakan laboratorium alam. Dalam melaksanakan kegiatan di laboratorium alam ini adalah untuk menyampaikan atau menerapkan aplikasi-aplikasi dari materi IPA dalam kehidupan sehari-hari. Guru harus sudah menyiapkan fasilitas, alat seadanya ataupun siap memberikan pemahan konsep tentang aplikasi dari materi.

Kegiatan praktikum IPA seharusnya dilaksanakan di laboratorium, baik laboratorium yang disiapkan terlebih dahulu yang dilengkapi dengan segala macam peralatan atau di laboratorium alam yang memiliki fasilitas seadanya sesuai dengan alam yang ada disekitar sekolah. Laboratorium ini diharapkan dapat menempatkan cara belajar fisika sebagaimana seharusnya yang akan dapat melibatkan siswa belajar, baik secara langsung maupun tidak langsung. Sehingga siswa dapat lebih memahami materi dibandingkan dengan pembelajaran biasa.

Berikut ini beberapa contoh, pembelajaran IPA (Fisika) yang dapat dilakukan di dalam laboratorium. Peserta didik akan memperoleh pengalaman langsung dari kegiatan praktikum yang dilakukannya. Pengalaman tersebut akan memudahkan dalam memahami konsep Fisika yang diajarkan, serta akan selalu diingat terus selamanya.

1. Balon Hidup

Alat dan bahan :

a. Satu balon kecil (yang sudah pernah digembungkan sebelumnya)

b. Botol besar bermulut / berleher kecil

c. Gelas kimia besar / wadah air panas

clip_image003Gambar :

Mengapa balon dapat mengembang? Apakah pada saat mengembang banyaknya udara juga bertambah?

2. Apa sebab air dapat naik?

Alat dan bahan :

a. Tiga buah piring yang identik

b. Tiga gelas identik

c. Enam lilin kecil

clip_image005Gambar :

Di dalam gelas mana air naik paling tinggi? Mengapa, berikan penjelasan?

3. Bocorkah wadahnya?

Alat dan bahan :

a. Butiran garam pelunak air atau garam meja

b. Gelas ukur dan gelas kimia

clip_image007Gambar :

· Mengapa air yang ditungkan pada garam di dalam gelas ukur, mengalami penurunan ketinggian?

· Dapatkan kita gunakan gula pada percobaan tersebut?

4. Buah anggur manakah yang lebih berat?

Alat dan bahan :

a. Buah anggur segar dan minuman soda (sprite)

b. Sebuah gelas minuman yang bening

Gambar :

clip_image009

· Mengapa anggur yang dikupas, tenggelam di dasar gelas? Jelaskan !

· Apa yang menyebabkan anggur yang tidak dikupas dapat mengapung?

BACA SELENGKAPNYA »

Artikel Favorit