Tampilkan postingan dengan label permainan Menara Hanoi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label permainan Menara Hanoi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Agustus 2013

Permainan Matematika dapat Mengurangi Kecemasan Siswa

Kecemasan sebagai suatu rasa takut yang menyeluruh dan salah satu bentuk emosi individu yang berkenaan dengan adanya rasa terancam oleh sesuatu, biasanya dengan objek ancaman yang tidak begitu jelas. Kecemasan bisa dialami oleh siapa saja khususnya oleh para siswa di sekolah, kecemasan yang mereka alami bisa berbentuk kecemasan realistik, neurotik, atau kecemasan moral. Kita tidak langsung bisa menentukan seorang siswa tersebut mengalami kecemasan atau tidak karena kecemasan tersebut tidak tampak ke permukaan, kita hanya bisa mengamati atau menelaah secara seksama dengan berusaha mengenali gejala dan faktor-faktor yang melatarbelakangi serta mempengaruhi terjadinya kecemasan tersebut. Orang yang mengalami kecemasan biasanya menunjukkan tanda-tanda fisik tertentu. Tanda-tanda orang mengalami kecemasan antara lain: nervous movement, misalnya sering gugup, sering ke toilet, untuk buang air kecil, tekanan darah naik, gatal-gatal di anggota gerak, sulit tidur atau tidur lebih lama dari biasanya, tangan berkeringat, peningkatan detak jantung dan nafas, gemetar, gelisah, mual-mual atau sakit perut pusing atau sakit kepala. Sedangkan ciri kognitif yang ditunjukan seperti merasa tidak bisa mengendalikan semua, merasa ingin melarikan diri dari tempat tersebut, dan serasa ingin mati. Selain itu, ciri yang bisa ditunjukan dalam bentuk prilaku seperti perilaku menghindar dan perilaku dependen. Tanda-tanda tersebut bisa muncul ringan atau sangat kuat dan berbeda pada masing-masing orang. Kecemasan yang siswa alami dalam suatu pembelajaran matematika di sekolah diantaranya cemas terhadap guru, cemas dalam menjawab soal-soal, cemas dalam bertanya, cemas dalam mengungkapkan pendapat, cemas tidak lulus, dan lain-lain.  image

Kecemasan dianggap sebagai salah satu faktor penghambat dalam belajar yang dapat mengganggu kinerja fungsi-fungsi kognitif seseorang, seperti dalam berkonsentrasi, mengingat, pembentukan konsep dan pemecahan masalah. Pada tingkat kronis dan akut, gejala kecemasan dapat berbentuk gangguan fisik (somatik), seperti gangguan pada saluran pencernaan, sering buang air, sakit kepala, gangguan jantung, sesak di dada, gemetaran bahkan pingsan.

Mengingat dampak negatifnya pengaruh kecemasan terhadap pencapaian prestasi belajar dan kesehatan fisik dan mental siswa, maka perlu ada upaya mengurangi kecemasan tersebut yaitu menciptakan suatu pembelajaran yang menyenangkan melalui permainan matematika adalah salah satu solusi mengurangi kecemasan siswa dalam pembelajaran. Seperti pada contoh-contoh dari permainan matematika berikut ini.

1. Menara Hanoi

Dalam permainan menara hanoi, siswa akan melakukan langkah-langkah pemindahan tumpukan cakram untuk mencari suatu rumus langkah minimum yang bisa dilakukan dalam permainan tersebut. Dengan begitu siswa akan berkonsentrasi terhadap permainan dan siswa akan aktif melakukan permainan sehingga tanpa disadari siswa akan merasa berkurang takut kepada guru. Selain itu, dalam melakukan langkah-langkah baik langkah yang benar maupun langkah yang salah tidak dipermasalahkan yang terpenting adalah mencari rumus langkah minimum permainan menara hanoi, sehingga tanpa disadari dengan permainan ini kecemasan akan suatu kesalahan siswa akan berkurang. Dengan kata lain, bahwa permainan ini bermanfaat dalam menanggulangi rasa cemas siswa terhadap guru dan terhadap suatu kesalahan yang akan diperbuat siswa.

2. Mengirim berita dengan kode rahasia

Permainan mengirim berita dengan kode rahasia mengharuskan siswa untuk menyampaikan suatu pesan dengan kode rahasia, pesan yang disampaikan isinya sesuai dengan harapan maupun tidak sesuai dengan harapan, siswa tetap harus mengirim pesan dengan kode rahasia. Hal ini tentunya akan mengurangi rasa cemas siswa dalam menjawab soal dan rasa cemas dalam mengungkapkan pendapat khususnya dalam bentuk tulisan.

Berdasarkan dari contoh-contoh di atas, dapat disimpulkan bahwa dengan permainan-permainan matematika akan membuat siswa nyaman dan santai tentunya mengurangi kecemasan yang ada pada diri siswa akan tetapi tetap fokus dalam proses pembelajaran sehingga tujuan instruksional tercapai.

BACA SELENGKAPNYA »

Artikel Favorit