Pengkritik e-Learning mengatakan
bahwa “di samping daerah jangkauan kegiatan, e-Learning
yang terbatas (sesuai dengan ketersediaan infrastruktur), frekuensi
kontak secara langsung antarsesama siswa maupunantara siswa dengan
nara sumber sangat minim, demikian juga dengan peluang siswa yang
terbatas untuk bersosialisasi . Terhadap kritik ini, lingkungan
pembelajaran elektronik dapat membantu membangun/mengembangkan “rasa
bermasyarakat” di kalangan peserta didik sekalipun mereka terpisah
jauh satu sama lain. Guru atau instruktur dapat menugaskan peserta
didik untuk bekerja dalam beberapa kelompok untuk mengembangkan dan
mempresentasikan tugas yang diberikan.
Peserta didik yang menggarap
tugas kelompok ini dapat bekerjasama melalui fasilitas homepage atau
web. Selain itu, peserta didik sendiri dapat saling berkontribusi
secara individual atau melalui diskusi kelompok dengan menggunakan
e-mail . Bahkan, mereka bekerja saling bahu-membahu untuk mendukung
satu sama lain demi keberhasilan kelompok. Lebih jauh dikemukakan
bahwa di dalam kegiatan e-Learning, para guru dan peserta belajar
mengungkapkan bahwa mereka justru lebih banyak mengenal satu sama
lainnya. Para peserta belajar sendiri mengakui bahwa mereka lebih
mengenal para gurunya yang membina mereka belajar melalui kegiatan
e-Learning. Di samping itu, para guru e-Learning ini juga aktif
melakukan pembicaraan (komunikasi) dengan orangtua peserta didik
melalui telepon dan email karena para orangtua ini merupakan mitra
kerja dalam kegiatan e-Learning.
Demikian juga halnya dengan
komunikasi antara sesama para peserta e-Learning. Di pihak manapun
kita berada, satu hal yang perlu ditekankan dan dipahami adalah bahwa
e-Learning tidak dapat sepenuhnya menggantikan kegiatan pembelajaran
konvensional di kelas.
Tetapi, e- Learning dapat
menjadi partner atau saling melengkapi dengan pembelajaran
konvensional di kelas. e-Learning bahkan menjadi komplemen besar
terhadap model pembelajaran di kelas atau sebagai alat yang ampuh
untuk program pengayaan. Sekalipun diakui bahwa belajar mandiri
merupakan “basic thrust” kegiatan pembelajaran elektronik, namun
jenis kegiatan pembelajaran ini masih membutuhkan interaksi yang
memadai sebagai upaya untuk mempertahankan kualitasnya .
Untuk lebih jelasnya, silahkan baca juga, artikel yang berhubungan dengan Artikel Pro Kontra E-Learning, antara lain :
- MENGAKSES SUMBER BELAJAR pada RUMAH BELAJAR
- Manajemen Website Elearning
- Teknologi Pendukung E-Learning
- Faktor Yang Dipertimbangkan Sebelum Memanfaatkan E-Learning
- Kelebihan dan Kekurangan e-Learning
- Mengatur Profil Kelas Maya

0 komentar:
Posting Komentar