Tampilkan postingan dengan label tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tokoh. Tampilkan semua postingan

Rabu, 31 Juli 2013

Aristoteles Filsuf Yang Paling Berpengaruh

Aristoteles, Filsuf Yang Paling Berpengaruh, Aristoteles (Bahasa Yunani: ‘Aριστοτέλης Aristotélēs), (384 SM – 322 SM) adalah seorang filsuf Yunani, murid dari Plato dan guru dari Alexander yang Agung. Ia menulis berbagai subyek yang berbeda, termasuk fisika, metafisika, puisi, logika, retorika, politik, pemerintahan, etnis, biologi dan zoologi. Bersama dengan Socrates dan Plato, ia dianggap menjadi seorang di antara tiga orang filsuf yang paling berpengaruh di pemikiran Barat.clip_image002

Biografi

Aristoteles lahir di Stagira, kota di wilayah Chalcidice, Thracia, Yunani (dahulunya termasuk wilayah Makedonia tengah) tahun 384 SM. Ayahnya adalah tabib pribadi Raja Amyntas dari Makedonia. Pada usia 17 tahun, Aristoteles bergabung menjadi murid Plato. Belakangan ia meningkat menjadi guru di Akademi Plato di Athena selama 20 tahun. Aristoteles meninggalkan akademi tersebut setelah Plato meninggal, dan menjadi guru bagi Alexander dari Makedonia. Saat Alexander berkuasa di tahun 336 SM, ia kembali ke Athena. Dengan dukungan dan bantuan dari Alexander, ia kemudian mendirikan akademinya sendiri yang diberi nama Lyceum, yang dipimpinnya sampai tahun 323 SM. Perubahan politik seiring jatuhnya Alexander menjadikan dirinya harus kembali kabur dari Athena guna menghindari nasib naas sebagaimana dulu dialami Socrates. Aristoteles meninggal tak lama setelah pengungsian tersebut.

BACA SELENGKAPNYA »

Rabu, 24 Juli 2013

Archimedes Bapak IPA Eksperimental

Archimedes Bapak IPA Eksperimental, Archimedes dari Syracusa (sekitar 287 SM - 212 SM) Ia belajar di kota Alexandria, Mesir. Pada waktu itu yang menjadi raja di Sirakusa adalah Hieron II, sahabat Archimedes. Archimedes sendiri adalah seorang matematikawan, astronom, filsuf, fisikawan, dan insinyur berbangsa Yunani. Ia dibunuh oleh seorang prajurit Romawi pada penjarahan kota Syracusa, meskipun ada perintah dari jendral Romawi, Marcellus bahwa ia tak boleh dilukai. Sebagian sejarahwan matematika memandang Archimedes sebagai salah satu matematikawan terbesar sejarah, mungkin bersama-sama Newton dan Gauss.clip_image002

Penemuannya
           Pada suatu hari Archimedes dimintai Raja Hieron II untuk menyelidiki apakah mahkota emasnya dicampuri perak atau tidak. Archimedes memikirkan masalah ini dengan sungguh-sungguh. Hingga ia merasa sangat letih dan menceburkan dirinya dalam bak mandi umum penuh dengan air. Lalu, ia memperhatikan ada air yang tumpah ke lantai dan seketika itu pula ia menemukan jawabannya. Ia bangkit berdiri, dan berlari sepanjang jalan ke rumah dengan telanjang bulat. Setiba di rumah ia berteriak pada istrinya, "Eureka! Eureka!" yang artinya "sudah kutemukan! sudah kutemukan!" Lalu ia membuat hukum Archimedes.

Di bidang matematika, penemuannya terhadap nilai phi lebih mendekati dari ilmuan sebelumnya, yaitu 223/71 dan 220/70. Archimedes adalah orang yang mendasarkan penemuannya dengan eksperimen. Sehingga, ia dijuluki Bapak IPA EksperimentaL.

BACA SELENGKAPNYA »

Rabu, 17 Juli 2013

Allesandro Volta, Ilmuwan Penemu Baterai

Alessandro Giuseppe Antonio Anastasio Volta (18 Februari 1745 - 5 Maret 1827) adalah seorang fisikawan Italia. Ia terutama dikenal karena mengembangkan baterai pada tahun 1800. clip_image002

Ia melanjutkan pekerjaan Luigi Galvani dan membuktikan bahwa teori Galvani yaitu efek kejutan kaki kodok adalah salah. Secara fakta, efek ini muncul akibat 2 logam tak sejenis dari pisau bedah Galvani.

clip_image004

Berdasarkan pendapat ini, Volta berhasil menciptakan Baterai Volta (Voltac Pile). Atas jasanya, satuan beda potensial listrik dinamakan Volt.

BACA SELENGKAPNYA »

Rabu, 10 Juli 2013

Albert Einstein Ilmuwan Terbesar Abad 20

Albert Einstein (14 Maret 1879–18 April 1955) adalah seorang ilmuwan fisika teoretis yang dipandang luas sebagai ilmuwan terbesar dalam abad ke-20. Dia mengemukakan teori relativitas dan juga banyak menyumbang bagi pengembangan mekanika kuantum, mekanika statistik, dan kosmologi. Dia dianugerahi Penghargaan Nobel dalam Fisika pada tahun 1921 untuk penjelasannya tentang efek fotoelektrik dan "pengabdiannya bagi Fisika Teoretis".

Setelah teori relativitas umum dirumuskan, Einstein menjadi terkenal ke seluruh dunia, pencapaian yang tidak biasa bagi seorang ilmuwan. Di masa tuanya, keterkenalannya melampaui ketenaran semua ilmuwan dalam sejarah, dan dalam budaya populer, kata Einstein dianggap bersinonim dengan kecerdasan atau bahkan jenius. Wajahnya merupakan salah satu yang paling dikenal di seluruh dunia.clip_image002

Biografi

Masa Muda dan Universitas

Einstein dilahirkan di Ulm di Württemberg, Jerman; sekitar 100 km sebelah timur Stuttgart. Bapaknya bernama Hermann Einstein, seorang penjual ranjang bulu yang kemudian menjalani pekerjaan elektrokimia, dan ibunya bernama Pauline. Mereka menikah di Stuttgart-Bad Cannstatt. Keluarga mereka keturunan Yahudi; Albert disekolahkan di sekolah Katholik dan atas keinginan ibunya dia diberi pelajaran biola.

Pada umur lima tahun, ayahnya menunjukkan kompas kantung, dan Einstein menyadari bahwa sesuatu di ruang yang "kosong" ini beraksi terhadap jarum di kompas tersebut; dia kemudian menjelaskan pengalamannya ini sebagai salah satu saat yang paling menggugah dalam hidupnya. Meskipun dia membuat model dan alat mekanik sebagai hobi, dia dianggap sebagai pelajar yang lambat, kemungkinan disebabkan oleh dyslexia, sifat pemalu, atau karena struktur yang jarang dan tidak biasa pada otaknya (diteliti setelah kematiannya). Dia kemudian diberikan penghargaan untuk teori relativitasnya karena kelambatannya ini, dan berkata dengan berpikir dalam tentang ruang dan waktu dari anak-anak lainnya, dia mampu mengembangkan kepandaian yang lebih berkembang. Pendapat lainnya, berkembang belakangan ini, tentang perkembangan mentalnya adalah dia menderita Sindrom Asperger, sebuah kondisi yang berhubungan dengan autisme.

BACA SELENGKAPNYA »

Minggu, 11 Maret 2012

Siti Fauzanah Guru Hebat Dari Temanggung di Kick Andy Heroes

Siti Fauzanah dan Puskemas Matematika, Biasanya Puskesmas diperuntukkan bagi orang sakit.  Siapa tak bisa matematika, maka ia sakit. Itulah vonis dari Siti Fauzanah, pengelola puskesmas matematika di Dusun Ngempon Lor Kelurahan Parakan Wetan Kecamatan Parakan, Temanggung, Jawa Tengah.
clip_image001
Ini bukan sebuah lelucon, tapi bagi Siti Fauzanah yang guru matematika, gak bisa berhitung adalah sebuah bahaya besar dalam kehidupan, karena hidup memang memerlukan perhitungan. Maka sebagai guru ia mendedikasikan hidupnya untuk membuat banyak anak bangsa pintar matematika.
Namun bagi Fauzanah, Puskesmas juga dapat digunakan untuk anak-anak yang kesulitan matematika. Siapa tak bisa matematika, maka ia sakit, demikian vonisnya. “Mereka kan sakit, jadi harus ke puskesmas agar sehat,” ujarnya. Fauzanah pun kemudian mendirikan puskesmas matematika di Dusun Ngempon Lor Kelurahan Parakan Wetan Kecamatan Parakan, Temanggung, Jawa Tengah. Tidak main-main, mereka yang keluar dari puskesmas matematika ini bahkan menjadi juara olimpiade matematika.
Ibu Yan, panggilan akrab untuk Siti Fauzanah, sebenarnya sudah pensiun sejak lama. Namun pihak SMP tempat ia mengajar dulu, memintanya kembali untuk aktif mengajar. “Kami memang memerlukan Ibu Yan, demi kemajuan sekolah ini,” ujar Soedarman, Kepala SMPN 1 Parakan, Temanggung. Maka hingga sekarang, Bu Yan masih berprofesi sebagai guru di SMPN 1 Parakan.
clip_image003
Ketika mengajar dan menemukan anak kurang pintar bermatematika, maka tak segan Bu Yan meminta anak tersebut untuk datang ke rumah dan belajar tambahan di rumahnya. Tentu saja, tanpa dipungut bayaran. “Mereka kan sakit, jadi harus ke puskesmas agar sehat,” ujarnya diakhiri senyum.
Alhasil rumahnya pun menjadi pusat pelatihan/les matematika. Uniknya tempat pelatihan matematika ini ia sebut sebagai Puskesmas Matematika. Setiap hari puluhan anak akan terlihat bergantian memadati ruangan sekitar 4X5 meter. Sebagian murid les yang mampu membayar biaya les sebesar Rp.50 ribu per bulan. Tapi kebanyakan dari peserta les adalah mereka yang kurang mampu, sehingga Bu Yan memberikan les secara cuma-cuma.

Saksikan videonya.


saksikan video lengkap Kick Andy Heroes 2012

Di masa pensiunnya, wanita yang akrab disapa Bu Yan ini masih terus mengabdikan dirinya untuk membuat banyak anak bangsa pintar matematika. Pihak SMP tempat ia mengajar dulu, memintanya kembali untuk aktif mengajar dan hingga sekarang, Bu Yan berprofesi menjadi guru diusia senjanya. Setiap harinya bahkan ia masih memberikan kursus (les) bagi anak didiknya, yang terdiri dari kalangan SD, SMP dan SMA di rumahnya yang kecil dan berdinding papan.
clip_image005
Seperti layaknya puskesmas dan rumah sakit kebanyakan, Bu Yan memberlakukan rawat jalan atau berobat jalan serta rawat inap. Setiap hari puluhan anak akan terlihat bergantian memadati ruangan sekitar 4x5 meter. Rumah berdinding papan itu sebenarnya adalah rumah kontrakan, tempat Ibu Yan tinggal setiap hari. Les dimulai saat Ibu Yan pulang mengajar di sekolah dan berakhir malam hari sekitar pukul 20.00 WIB. Sementara hari Minggu, ruang les penuh mulai dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB.

Bu Yan memberikan les ini secara gratis. Sebagian murid yang merasa mampu membayar biaya les , boleh membayar sebesar Rp. 50 ribu per bulan. Meski bukan dari golongan berada, terbukti Bu Yan mampu memperjuangkan anak-anak putus sekolah. Setiap periode, anak-anak yang datang ke Puskesmasnya silih berganti. Mereka datang dari pelosok desa yang tersebar di wilayah Kabupaten Temanggung. Ada dari Tuksari, Nggorukem, Bokol, Ngadirejo, Jumo, Temanggung, dan sekitar Parakan.
clip_image007
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kembali memberikan Anugerah Peduli Pendidikan (APP), Kategori Individual dan Inovator Pendidikan diperoleh Ibu Karli dari Surabaya; John Ndalu dari Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur; Siti Fauzanah dari Temanggung, Jawa Tengah; dan Dian Inggrawati dari DKI Jakarta. http://dikmen.kemdiknas.go.id/html/index.php?id=berita&kode=32
Sudah tidak terhitung jumlah anak yang telah diselamatkannya melalui Puskesmas Matematika. Saat ini saja Bu Yan menjadi orang tua asuh bagi 17 anak. Mereka adalah anak-anak dari keluarga yang tidak mampu dan nyaris putus sekolah. Dari puskesmas sederhana yang dikelolanya, Bu Yan tidak hanya mengajarkan anak-anak berhitung dan pintar matematika, tetapi ia juga telah mengkalkulasi untuk menyelamatkan kehidupan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa ini.
clip_image010Dalam masa aktif sebagai guru, Bu Yan yang mengajar di Temanggung ini sering menemukan banyak kasus anak yang nyaris putus sekolah, karena kondisi orang tua murid yang sudah terang-terangan mengaku tak sanggup lagi membiayai anaknya sekolah. Melihat kondisi demikian, maka Bu Yan kemudian mengambil alih tanggung jawab orang tua anak tersebut dalam hal mendidik dan membiayai sekolahnya. Dan itu dilakukan sejak tahun 1983. Sudah banyak anak yang ia selamatkan masa depannya. "Kalau dibiarkan saja, anak-anak miskin dan putus sekolah itu pasti hanya akan menjadi kuli atau pembantu. Makanya saya ambil mereka untuk hidup bersama saya. Yang penting mereka bisa sekolah, tegasnya.
Dan saat ini Bu Yan sedang menjadi orang tua asuh bagi 17 anak. Mereka adalah anak-anak dari keluarga yang tidak mampu dan nyaris putus sekolah. Kebanyakan mereka mulai diangkat sebagai anak asuh pada usia sekolah SMP.
imageDisiplin belajar dan upaya keras Bu Yan telah mendapatkan hasil yang baik. Sebagian besar anak asuhnya itu telah meraih penghargaan olimpiade untuk bidang matematika, baik di tingkat lokal, provinsi, nasional, dan internasional. Dan prestasi ini lah yang kemudian menjadikan anak-anak itu jadi penerima beasiswa di berbagai sekolah dan kampus unggulan, seperti UGM, ITB, UNDIP, STAN, dan UNNES. “Andai saya tak bertemu Bu Yan, mungkin saya sekarang jadi kuli batu di kampung,” kata Nanang Susyanto, anak asuh Bu Yan, lulusan S-2 matematika UGM dan kini menjadi dosen di almamaternya.
Sama halnya dengan Nanang, Iwan yang anak seorang buruh Tani pun tak henti bersyukur pada pertemuannya dengan Ibu Yan. “Kalau gak ditolong Ibu, sekarang saya paling sedang nyabit rumput,” ujar mahasiswa Teknik Elektro UGM ini.
Ketulusan Bu Yan dalam menolong anak- anak bangsa ini, tak bisa dipisahkan dari masa lalunya. Bu Yan lahir dari keluarga sederhana. Selagi kecil, anak pertama dari 12 bersaudara ini terpaksa menjadi pembantu dari satu tempat ke tempat lainnya. “Jadi semua yang saya lakukan sekarang ini, karena pengalaman hidup saya. Saya tahu rasanya miskin, tapi saya tahu tak boleh ada yang putus sekolah,” ujarnya.

clip_image009

Untuk membiayai ke-17 anaknya, Bu Yan harus pintar membagi penghasilannya dari gaji pensiunan dan honorariumnya sebagai guru. Sementara dari hasil memberikan les matematika, ia hanya memperoleh uang sekitar Rp 600ribu saja per bulan. Tak heran kalau Bu Yan tak pernah memikirkan untuk memiliki sebuah rumah yang layak bagi masa depan dia dan lembaga kursusnya. Saat ini Bu Yan dan anak-anaknya tinggal di rumah kontrakan sederhana, yang berdinding papan.
Inilah kisah-kisah inspiratif dari para pejuang kehidupan yang mendedikasikan diri demi kemajuan pendidikan dan wawasan anak bangsa.
 
clip_image001

clip_image002

clip_image003

clip_image004

BACA SELENGKAPNYA »

Artikel Favorit