Selasa, 15 Januari 2013

Manfaat teori pendidikan

Aktivitas kerja pendidikan hanya dapat dilakukan oleh manusia yang memiliki lapangan dan jangkauan yang sangat luas mencakup semua pengalaman dan pemikiran manusia tentang pendidikan. Teori dan pendidikan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan yang memiliki hubungan komplementer, yang saling mengisi satu sama lainnya. Praktik pendidikan seperti pelaksanaan pendidikan dalam lingkungan keluarga, pelaksanaan pendidikan di sekolah, pelaksanaan pendidikan di masyarakat, dapat dijadikan sumber dalam penyusunan suatu teori pendidikan. Suatu teori pendidikan dapat dijadikan sebagai suatu pedoman dalam melaksanakan praktik pendidikan.

Gunning pernah berkata: “Teori tanpa praktik adalah baik pada kaum cerdik cendekiawan dan praktik tanpa teori hanya terdapat pada orang-orang gila dan para penjahat”. Teori pendidikan mutlak perlu dipelajari secara akademis, apalagi bagi mereka yang dipersiapkan untuk menjadi seorang pendidik.

Teori pendidikan perlu dan harus kita pelajari, karena yang akan dihadapi adalah manusia, menyangkut nasib hidup dan kehidupan manusia, menyangkut harkat martabat manusia, serta hak asasinya.

Manfaat teori pendidikan :
  1. Member arah serta tujuan mana yang akan dicapai.
  2. Untuk memperkecil kesalahan dalam praktik, atas dasar teori pendidikan, diketahui mana yang boleh dana mana yang tidak boleh dilakukan.
  3. Berfungsi sebagai tolok ukur, sejauh mana kita telah berhasil melaksanakan tugas dalam pendidikan.
BACA SELENGKAPNYA »

Jumat, 11 Januari 2013

Teknologi Pendukung E-Learning


Dalam prakteknya e-learning memerlukan bantuan teknologi. Karena itu dikenal istilah: (CBL) yaitu pembelajaran yang sepenuhnya menggunakan komputer; computer assisted learning (CAL) yaitu pembelajaran yang menggunakan alat bantu utama komputer. Tek-nologi pembelajaran terus berkembang. Namun pada prinsipnya teknologi tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu:
  1. Technology based learning
  2. Technology based web-learning
Technology based learning ini pada prinsipnya terdiri dari Audio Information Technologies (radio, audio tape, voice mail telephone) dan Video Information Technologies (video tape, video text, video messaging). Sedangkan technology based
web-learning pada dasarnya adalah Data Information Technologies (bulletin board, Internet, e-mail, tele-collaboration). Dalam pelaksanaan pembelajaran sehari-hari, yang sering dijumpai adalah kombinasi dari teknologi yang dituliskan di atas (audio/data, video/data, audio/video).
Teknologi ini juga sering di pakai pada pendidikan jarak jauh (distance education), dimasudkan agar komunikasi antara murid dan guru bisa terjadi dengan keunggulan teknologi e-learning ini. Di antara banyak fasilitas internet, menurut Onno W. Purbo (1997), “ada lima aplikasi standar internet yang dapat digunakan untuk keperluan pendidikan, yaitu email, Mailing List (milis), News group, File Transfer Protocol (FTC), dan World Wide Web (WWW)”.
Secara lebih rinci Rosenberg (2001) mengkatagorikan tiga kriteria dasar yang ada dalam e-learning, yaitu: e-learning bersifat jaringan, yang membuatnya mampu memperbaiki secara cepat, menyimpan atau memunculkan kembali, mendistribusikan, dan sharing pembelajaran dan informasi. Persyaratan ini sangatlah penting dalam e-learning, sehingga
Rosenberg menyebutnya sebagai persyaratan absolut.e-learning dikirimkan kepada pengguna melalui komputer dengan menggunakan standar teknologi internet. CD ROM, Web TV, Web Cell Phones, pagers, dan alat bantu digital personal lainnya walaupun bisa menyiapkan pesan pembelajaran tetapi tidak bisa digolongkan sebagai e-learning. e-learning terfokus pada pandangan pembelajaran yang paling luas,solusi pembelajaran yang menggungguli paradikma tradisional dalam pelatihan.
Ada beberapa alternatif paradigma pendidikan melalui internet ini yang salah
satunya adalah system “dot.com educational system” (Kardiawarman, 2000).
Paradigma ini dapat mengitegrasikan beberapa system seperti;
  1. paradigma virtual teacher resources, yang dapat mengatasi terbatasnya jumlah guru yang berkualitas, sehingga siswa tidak haus secara intensif memerlukan dukungan guru, karena peranan guru maya (virtual teacher) dan sebagian besar diambil alih oleh system belajar tersebut.
  2. virtual school system, yang dapat membuka peluang menyelenggarakan pendidikan dasar, menengah dan tinggi yang tidak memerlukan ruang dan waktu. Keunggulan paradigma ini daya tampung siswa tak terbatas. Siswa dapat melakukan kegiatan belajar kapan saja, dimana saja, dan darimana saja.
  3. paradigma cyber educational resources system, atau dot com leraning resources system. Merupakan pedukung kedua paradigma di atas, dalam membantu akses terhadap artikel atau jurnal elektronik yang tersedia secara bebas dan gratis dalam internet.
Untuk dapat menghasilkan e-learning yang menarik dan diminati mensyaratkan tiga hal yang wajib dipenuhi dalam merancang elearning, yaitu “sederhana, personal, dan cepat”. Sistem yang sederhana akan memudahkan peserta didik dalam memanfaatkan teknologi dan menu yang ada , dengan kemudahan pada panel yang disediakan, akan mengurangi pengenalan system e-learning itu sendiri, sehingga waktu belajar peserta dapat diefisienkan untuk proses belajar itu sendiri dan bukan pada belajar menggunakan sistem e-learning-nya.

Syarat personal berarti pengajar dapat berinteraksi dengan baik seperti layaknya seorang guru yang berkomunikasi dengan murid di depan kelas. Dengan pendekatan dan interaksi yang lebih personal, peserta didik diperhatikan kemajuannya, serta dibantu segala persoalan yang dihadapinya. Hal ini akan membuat peserta didik betah berlama-lama di depan layar komputernya. Kemudian layanan ini ditunjang dengan kecepatan, respon yang cepat terhadap keluhan dan kebutuhan peserta didik lainnya. Dengan demikian perbaikan pembelajaran dapat dilakukan secepat mungkin oleh pengajar atau pengelola. Untuk meningkatkan daya tarik belajar, Onno W. Purbo menambahkan perlunya menggunakan teori games.
Teori ini dikemukakan setelah diadakan sebuah pengamatan terhadap perilaku para penggemar games komputer yang berkembang sangat pesat. Bermain games komputer sangatlah mengasyikan. Para pemain akan dibuat hanyut dengan karakter yang dimainkannya lewat komputer tersebut. Bahkan mampu duduk berjam-jam dan memainkan permainan tersebut dengan senang hati.
BACA SELENGKAPNYA »

Jumat, 04 Januari 2013

Cara pengembangan kurikulum mulok

berikut ini adalah Cara pengembangan kurikulum mulok.


Cara-cara pengembangan kurikulum muatan lokal yaitu :
  1. Tidak bertentangan dengan nilai-nilai luhur pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia dan harus sesuai dengan UUD 1945 dalam menyusun materi muatan lokal. Pengembangan kurikulum seyogyanya selalu berpikir lima sila dan Pancasila.
  2. Sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik yang akan mempelajari kurikulum dimaksud. Siswa yang belajar memiliki banyak dimensi kepribadian.
  3. Ada di sekitar dan dekat dengan siswa, artinya ada di lingkungan kehidupan siswa, baik lingkungan keluarga, sekolah ataupun lingkungan bermain.
  4. Bukan hanya dapat disusun dan dituliskan, tetapi harus dapat dilaksanakan.

Pertimbangan dalam penyusunan muatan lokal  adalah :
  1. Minat murid untguk kelas-kelas tertentu berdasarkan atas perkembangannya, yang didukung oleh kesepakatan (mayoritas) orang tua. Kesepakatan tersebut dapat dilakukan lewat tatap muka isian yang diedarkan melalui anak-anak mereka.
  2. Tersedianya tenaga pengajar, dari guru-guru yang ada di sekolah yang bersangkutan maupun dari luar sekolah.
  3. Sarana pendukung yang berwujud bahan, peralatan, biaya dan fasilitas lain yang dapat mempermudah pelaksanaan kurikulum mulok.
  4. Memberi peluang kepada siswa untuk mengembangkan intelektual dan daya nalar yang tinggi.
  5. Mendorong siswa untuk aktif dan kreatif
  6. Membimbing siswa agar mampu mandiri dan menolong diri sendiri serta memiliki etos kerja yang tinggi.
  7. Mendidik siswa untuk mempunyai sikap tanggap dan peduli terhadap lingkungan dan bersedia bertanggung jawab melestarikan dan mengembangkannya.

Dasar-dasar penyusunan muatan lokal adalah :
  1. Kelayakan budaya daerah merupakan akar budaya nasional yang perlu ditumbuhkembangkan serta dilestarikan agar tidak tergilas oleh kemajuan zaman.
  2. Meningkatkan kemampuan dan keterampilan di bidang tertentu, sesuai dengan kondisi perekonomian daerah.
  3. Potensi-potensi yang ada di daerah tersebut dapat dijadikan sumber kehidupan dan penghasilan bagi keluarga.
jika anda punya cara yang lain, silahkan berbagi disini.
BACA SELENGKAPNYA »

Kamis, 03 Januari 2013

Keuntungan Menggunakan E-learning


Keuntungan Menggunakan e-Learning
Keuntungan menggunakan e-Learning diantaranya adalah sebagai berikut:
  • Menghemat waktu proses belajar mengajar
  • Mengurangi biaya perjalanan
  • Menghemat biaya pendidikan secara keseluruhan (infrastruktur, peralatan, buku-buku)
  • Menjangkau wilayah geografis yang lebih luas
  • Melatih pembelajar lebih mandiri dalam mendapatkan ilmu pengetahuan
  • memperkenalkan teknologi informasi kepada siswa

Masalah-masalah yang sering dihadapi sebagai berikut:
  • Masalah akses untuk bisa melaksanakan e-learning seperti ketersediaan jaringan internet, listrik, telepon dan infrastruktur yang lain.
  • Masalah ketersediaan software.
  • Masalah dampaknya terhadap kurikulum yang ada.
  • Masalah skill and knowledge.
  • Attitude terhadap ICT

BACA SELENGKAPNYA »

Artikel Favorit