Rabu, 02 Juli 2014

Langkah-langkah pembelajaran berbasis proyek project based learning

Langkah-langkah pembelajaran berbasis proyek project based learning

Dalam PBP, peserta didik diberikan tu­gas dengan mengembangkan tema/topik dalam pembelajaran dengan melakukan kegiatan proyek yang realistik. Di samping itu, penerapan pembelajaran berbasis proyek ini mendorong tumbuhnya kreativitas, kemandirian, tanggung jawab, kepercayaan diri, serta berpikir kritis dan analitis pada peserta didik.

Secara umum, langkah-langkah Pembelajaran berbasis proyek (PBP) dapat dijelaskan sebagai berikut,

image

Berdasarkan bagan di atas, kegiatan yang harus dilakukan pada setiap langkah PBP adalah sebagai berikut:

a. Penentuan proyek

Pada langkah ini, peserta didik menentukan tema/topik proyek berdasarkan tugas proyek yang diberikan oleh guru. Peserta didik diberi kesempatan untuk memilih/menentukan proyek yang akan dikerjakannya baik secara kelompok ataupun mandiri dengan catatan tidak menyimpang dari tugas yang diberikan guru.

b. Perancangan langkah-langkah penyelesaian proyek

Peserta didik merancang langkah-langkah kegiatan penyelesaian proyek dari awal sampai akhir beserta pengelolaannya. Kegiatan perancangan proyek ini berisi aturan main dalam pelaksanaan tugas proyek, pemilihan aktivitas yang dapat mendukung tugas proyek, pengintegrasian berbagai kemungkinan penyelesaian tugas proyek, perencanaan sumber/bahan/alat yang dapat mendukung penyelesaian tugas proyek, dan kerja sama antar anggota kelompok.

c. Penyusunan jadwal pelaksanaan proyek

Peserta didik di bawah pendampingan guru melakukan penjadwalan semua kegiatan yang telah dirancangnya. Berapa lama proyek itu harus diselesaikan tahap demi tahap.

d. Penyelesaian proyek dengan fasilitasi dan monitoring guru

Langkah ini merupakan langkah pengimplementasian rancangan proyek yang telah dibuat. Aktivitas yang dapat dilakukan dalam kegiatan proyek di antaranya adalah dengan a) membaca, b) meneliti, c) observasi, d) interviu, e) merekam, f) berkarya seni, g) mengunjungi objek proyek, atau h) akses internet. Guru bertanggung jawab memonitor aktivitas peserta didik dalam melakukan tugas proyek mulai proses hingga penyelesaian proyek. Pada kegiatan monitoring, guru membuat rubrik yang akan dapat merekam aktivitas peserta didik dalam menyelesaikan tugas proyek.

e. Penyusunan laporan dan presentasi/publikasi hasil proyek

Hasil proyek dalam bentuk produk, baik itu berupa produk karya tulis, karya seni, atau karya teknologi/prakarya dipresentasikan dan/atau dipublikasikan kepada peserta didik yang lain dan guru atau masyarakat dalam bentuk pameran produk pembelajaran.

f. Evaluasi proses dan hasil proyek

Guru dan peserta didik pada akhir proses pembelajaran melakukan refleksi terhadap aktivitas dan hasil tugas proyek. Proses refleksi pada tugas proyek dapat dilakukan secara individu maupun kelompok. Pada tahap evaluasi, peserta didik diberi kesempatan mengemukakan pengalamannya selama menyelesaikan tugas proyek yang berkembang dengan diskusi untuk memperbaiki kinerja selama menyelesaikan tugas proyek. Pada tahap ini juga dilakukan umpan balik terhadap proses dan produk yang telah dihasilkan.

Langkah-langkah pembelajaran berbasis proyek project based learning

BACA SELENGKAPNYA »

Download Buku Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kurikulum 2013 Siswa Kelas I SD

clip_image002

Download Buku Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kurikulum 2013 Siswa Kelas I SD

Katagori : Buku Kurikulum 2013 > Buku SD

Kontributor Naskah : Yenny Suria dan Susi Bonardy

Penyelia (Editor) : Politeknik Negeri Media Kreatif, Jakarta

Jumlah Bab : 4

Jumlah Halaman : 112

Ukuran Buku : 29,7

Penerbit : Pusat Kurikulum dan Perbukuan Balitbang Kemdikbud

Tahun Terbit : 2013

Beriman kepada Yesus kristus berarti bersedia mewujudkan imannya dalam kehidupan sehari-hari yang dinyatakan mampu berelasi dengan masyarakat disekitarnya. Peran peserta didik diharapkan dapat membangun hidup beriman dalam masyarakat untuk menata hidup yang lebih baik. Dalam diri manusia, ada kerinduan akan yang ilahi. Kerinduan ini terwujud dalam dan melalui Yesus kristus yang diimani sebagai Juru Selamat, yang dipilih dan diutus Allah, untuk mewartakan Kerajaan-Nya. Seperti yang terungkap dalam

KitabSuci Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.

Pada bagian pertama dari tema Yesus kristus akan mempelajari Kitab Suci Perjanjian Lama yang mempersiapkan kedatangan Yesus kristus. Pada bagian ke-dua akan mempelajari

Kisah-kisah Yesus Kristus seperti yang diungkapkan dalam Kitab Suci Perjanjian Baru.

Proses beriman tidak dapat berkembang sendirian. Iman perlu ditumbuhkembangkan dalam kebersamaan khususnya dengan yang seiman (Gereja). Maka sebagai orang yang beriman Katolik bersedia menjadi anggota pekutuan Gereja, mengembangkan imannya di dalam doa dan ajaran Gereja serta melaksanakan tugas perutusan-Nya.

Download Buku Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kurikulum 2013 Siswa Kelas I SD klik disini

BACA SELENGKAPNYA »

Pembelajaran Kompetensi SMK Kurikulum 2013 dengan Pendekatan Saintifik dan Penilaian Autentik

Pembelajaran kurikulum 2013 SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) adalah pembelajaran kompetensi SMK dengan memperkuat proses pembelajaran dan penilaian autentik untuk mencapai kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan. Penguatan proses pembelajaran dilakukan melalui pendekatan saintifik, yaitu pembelajaran yang mendorong siswa lebih mampu dalam mengamati, menanya, mencoba/mengumpulkan data, mengasosiasi/menalar, dan mengomunikasikan.

Karakteristik pembelajaran pada setiap satuan pendidikan terkait erat pada Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi. Standar Kompetensi Lulusan SMK memberikan kerangka konseptual tentang sasaran pembelajaran yang harus dicapai. Standar Isi memberikan kerangka konseptual tentang kegiatan belajar dan pembelajaran yang diturunkan dari tingkat kompetensi dan ruang lingkup materi. image

Sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan, sasaran pembelajaran mencakup pengembangan ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dielaborasi untuk setiap satuan pendidikan. Ketiga ranah kompetensi tersebut memiliki lintasan perolehan (proses psikologis) yang berbeda. Sikap diperoleh melalui aktivitas menerima, menjalankan, menghargai, menghayati, dan mengamalkan. Pengetahuan diperoleh melalui aktivitas mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Keterampilan diperoleh melalui aktivitas mengamati, menanya, mencoba, menalar, menyaji, dan mencipta. Karaktersitik kompetensi beserta perbedaan lintasan perolehan turut serta mempengaruhi karakteristik standar proses. Penguatan pendekatan saintifik perlu diterapkan pembelajaran berbasis penyingkapan/penelitian (discovery/inquiry learning). Untuk mendorong kemampuan peserta didik menghasilkan karya kontekstual, baik individual maupun kelompok maka sangat disarankan menggunakan pendekatan pembelajaran yang menghasilkan karya berbasis pemecahan masalah (project based learning).

Prinsip pembelajaran pada kurikulum 2013 SMK  menekankan perubahan paradigma: (1) peserta didik diberi tahu menjadi peserta didik mencari tahu; (2) guru sebagai satu-satunya sumber belajar menjadi belajar berbasis aneka sumber belajar; (3) pendekatan tekstual menjadi pendekatan proses sebagai penguatan penggunaan pendekatan ilmiah; (4) pembelajaran berbasis konten menjadi pembelajaran berbasis kompetensi; (5) pembelajaran parsial menjadi pembelajaran terpadu; (6) pembelajaran yang menekankan jawaban tunggal menjadi pembelajaran dengan jawaban yang kebenarannya multi dimensi; (7) pembelajaran verbalisme menjadi keterampilan aplikatif; (8) peningkatan dan keseimbangan antara keterampilan fisikal (hardskills) dan keterampilan mental (softskills); (9) pembelajaran yang mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik sebagai pebelajar sepanjang hayat; (10) pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan memberi keteladanan (ing ngarso sung tulodo), membangun kemauan (ing madyo mangun karso), dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran (tut wuri handayani); (11) pembelajaranyang berlangsung di rumah, di sekolah, dan di masyarakat; (12) pembelajaran yang menerapkan prinsip bahwa siapa saja adalah guru, siapa saja adalah siswa, dan di mana saja adalah kelas; (13) pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran; dan (14) pengakuan atas perbedaan individual dan latar belakang budaya peserta didik.

Penilaian autentik merupakan penilaian yang dilakukan secara komprehensif untuk menilai mulai dari masukan (input), proses, dan keluaran (output) pembelajaran, yang meliputi ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Penilaian autentik menilai kesiapan siswa, serta proses dan hasil belajar secara utuh. Keterpaduan penilaian ketiga komponen (input –proses–output) tersebut akan menggambarkan kapasitas, gaya, dan hasil belajar peserta didik, bahkan mampu menghasilkan dampak instruksional (instructional effect) dan dampak pengiring (nurturant effect) dari pembelajaran.

BACA SELENGKAPNYA »

Selasa, 01 Juli 2014

RPP Bahasa Inggris SMP Kurikulum 2013

RPP Bahasa Inggris SMP Kurikulum 2013

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

 

Satuan Pendidikan        : SMP

Kelas/Semester              : VII/1

Mata Pelajaran               : Bahasa Inggris

Topik                                   : Greeting and Introduction

Pertemuan Ke-               : 1

Alokasi Waktu                 : 2 x 40 menit

 

A.   Kompetensi Dasar

2.1     Menunjukkan perilaku jujur dan percaya diri dalam berkomunikasi dengan lingkungan sosial sekitar rumah dan sekolah

3.1. Mengenal berbagai cara berbeda dalam membuka percakapan (menyapa, memperkenalkan diri, menginisiasi topik percakapan)

1.1.   Membuka dan menutup percakapan interpersonal dengan ungkapan bervariasi melalui kegiatan menyimak dan berbicara image

 

B.    Indikator Pencapaian Kompetensi

1.    Menunjukkan motivasi untuk mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris.

2.    Mengidentifikasi ungkapan yang digunakan untuk menyapa dalam bahasa Inggris(Greeting)

3.    Melakukan tindak tutur menyapa dalam bahasa Inggris dengan percaya diri

4.    Mengidentifikasi ungkapan yang digunakan untuk memperkenalkan diri dalam bahasa Inggris (Introduction)

5.    Melakukan tindak tutur memperkenalkan diri dalam bahasa Inggris

6.    Melakukan percakapan interpersonal dengan menggunakan ungkapan sapaan melalui kegiatan terintegrasi menyimak dan berbicara bahasa Inggris.

7.    Melakukan percakapan interpersonal dengan menggunakan ungkapan perkenalan diri melalui kegiatan terintegrasi menyimak-berbicara bahasa Inggris dengan percaya diri.

 

C.    Tujuan Pembelajaran

1.    Melalui contoh, peserta didik dapat menggunakan ungkapan sapaan ke dalam praktik berbicara bahasa Inggris.

2.    Melalui contoh, peserta didik dapat menggunakan ungkapan perkenalan diri ke dalam praktik berbicara bahasa Inggris.

 

D.   Materi Pembelajaran

1.     Ungkapan sapaan:Hello/Hi,  How are you?, How’s life?, Good morning/afternoon/evening/night.

       Nice to meet you.

2.     Ungkapan perkenalan diri: my name is _____, you can call me ____,

3.     Kosakata yang berhubungan dengan aktivitas sapaan dan perkenalan diri: thank you, I am fine, thanks, nice to meet you too.

 

E.    Model/Metode Pembelajaran

1.    Pendekatan: scientific

2.    Strategi: observe – practice.

3.    Metode: Inquiry/Experiencial learning.

 

F.    Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan

Deskripsi Kegiatan

Alokasi Waktu

 

Pendahuluan

 

·         Guru masuk ke kelas dan langsung menyapa menggunakan bahasa Inggris agar English Environment dapat langsung tercipta di pertemuan pertama.

·         Guru dapat menggunakan kaliamat “Good morning, students”.

·         Pastikan peserta didik merespon dengan menjawab kembali “Good morning, Teacher/ Sir/Mam”.

·         Jika peserta didik belum merespon, jangan dulu melanjutkan pelajaran.

·         Jika memungkinkan, guru dapat bertanya ke beberapa anak secara individual untuk memastikan bahwa peserta didik dapat merespon perkataan guru.

 

10 menit

Inti

Observing

·         Guru menjelaskan bahan ungkapan yang dapat disampaikan ketika menanyakan kabar tentang seseorang adalah “How are you?”

·         Saat ini pertanyaan “How are you?” terbiasa dijawab dengan kata-kata “I’m fine, thank you." "What about you?", "What about yourself?", atau "And yourself?"

·         Oleh karena itu, diperkenalkan bahwa pertanyaan “How are you?” dapat dijawab dengan “I’m feeling great.”

 

Communicating

·         Peserta didik mengulang-ulang pengucapan “How are you?” hingga pengucapannya benar.

·         Peserta didik berlatih melakukan percakapan bersama rekan sebangkunya.

·         Guru dapat menjelaskan mengenai penggunaan kalimat-kalaimat yang dapat digunakan ketika bertemu dengan orang lain. “How are you?” “I’m fine, thank you. And you?” “I’m fine too. Thank you.”

·         Kalimat-kalimat tersebut merupakan kalimat dasar yang dapat digunakan ketika menyapa seseorang.

·         Kata “Sir”, yang menandakan kita berbicara kepada seorang pria yang lebih dewasa, dalam hal ini guru laki-laki.

·         Untuk guru laki-laki, selain kata “Sir”, kita pun dapat menggunakan kata “Mister” yang diikuti nama keluarga, misalnya Mr. Suparlan untuk Agus Suparlan.

·         Sedangkan untuk guru perempuan, kita dapat menggunakan kata “Mam”, atau “Ms”.

·         Dalam penggunakan kata sapaan untuk guru perempuan, kita dapat memberikan sedikit penjelasan bahwa untuk panggilan kepada perempuan yang masih single atau belum menikah, biasa kita sebut dengan panggilan “Miss”. Sedangkan

·         untuk wanita yang telah menikah kita dapat memanggilnya dengan kata “Mrs”. Sedangkan untuk wanita yang masih belum diketahui status pernikahannya, kita dapat menggunakan kata sapaan “Ms”.

·         Di beberapa daerah yang sudah terbiasa dengan “Bapak” maupun “Ibu”, ungkapan-ungkapan ini tidak salah tentunya. Penggunaan kata “Mister” maupun “Miss” digunakan dalam usaha untuk memunculkan English environment. Namun secara umum, panggilan yang digunakan untuk menyapa guru adalah "Mister" atau "Miss".

 

Experimenting

·         Guru mengenalkan ragam ungkapan-ungkapan salam baik dalam situasi formal maupun situasi informal.

·         Dalam bagian ini, guru menjelaskan bahwa pertanyaan “How are you?” tidak harus selalu dijawab dengan “I’m fine”.

·         Sebagian pendapat mengatakan bahwa jawaban “I’m fine” merupakan salah satu bentuk motivasi diri untuk selalu merasa sehat dan menularkan semangat yang ada ke setiap orang, walaupun mungkin kondisinya sedang tidak terlalu baik.

·         Percakapan pertama bercerita tentang kondisi anak yang merasa sakit kepala (headache).

·         Percakapan kedua bercerita tentang kondisi anak yang merasa flu.

·         Beberapa jenis penyakit umum yang dapat diperkenalkan di antaranya: stomachache, toothache, backache, flu/cold, cough

 

30 menit

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

30 menit

 

Penutup

·         Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada pertemuan ini, siswa ditanya bagaimana perasaannya (REFLEKSI)

·         Guru memberikan pertanyaan untuk mengetahui apakah siswa sudah memahami topik tentang “Greeting and Introduction”

·         Siswa diminta membuat kesimpulan pembelajaran pada pertemuan ini

·         Siswa diberi tugas kelompok untuk pembelajaran minggu depan untuk penilaian projek

10 menit

 

G.   Sumber/Media Pembelajaran

1.    Sumber: Buku Paket Siswa

2.    Media: Audio/video, White board, board marker

 

H.   Penilaian

clip_image002

 

clip_image004

 

clip_image006

BACA SELENGKAPNYA »

Artikel Favorit