Tampilkan postingan dengan label contoh rpp. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label contoh rpp. Tampilkan semua postingan

Kamis, 31 Juli 2014

Merencanakan Proses Pembelajaran Dalam RPP Kurikulum 2013

Merencanakan Proses Pembelajaran Dalam RPP Kurikulum 2013, Diketahui bahwa kurikulum 2013 mengembangkan dua modus proses pembelajaran yaitu proses pembelajaran langsung dan proses pembelajaran tidak langsung. Proses pembelajaran langsung adalah proses pendidikan di mana peserta didik mengembangkan pengetahuan, kemampuan berpikir dan keterampilan psikomotorik melalui interaksi langsung dengan sumber belajar yang dirancang dalam silabus dan RPP berupa kegiatan-kegiatan pembelajaran. Dalam pembelajaran langsung tersebut peserta didik melakukan kegiatan belajar mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi atau menganalisis, dan mengkomunikasikan apa yang sudah ditemukannya dalam kegiatan analisis. Proses pembelajaran langsung menghasilkan pengetahuan dan keterampilan langsung atau yang disebut dengan instructional effect. image

Pembelajaran tidak langsung adalah proses pendidikan yang terjadi selama proses pembelajaran langsung tetapi tidak dirancang dalam kegiatan khusus. Pembelajaran tidak langsung berkenaan dengan pengembangan nilai dan sikap. Berbeda dengan pengetahuan tentang nilai dan sikap yang dilakukan dalam proses pembelajaran langsung oleh mata pelajaran tertentu, pengembangan sikap sebagai proses pengembangan moral dan perilaku dilakukan oleh seluruh mata pelajaran dan dalam setiap kegiatan yang terjadi di kelas, sekolah, dan masyarakat. Oleh karena itu, dalam proses pembelajaran Kurikulum 2013, semua kegiatan yang terjadi selama belajar di sekolah dan di luar dalam kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler terjadi proses pembelajaran untuk mengembangkan moral dan perilaku yang terkait dengan sikap.

Baik pembelajaran langsung maupun pembelajaran tidak langsung terjadi secara terintegrasi dan tidak terpisah. Pembelajaran langsung berkenaan dengan pembelajaran yang menyangkut KD yang dikembangkan dari KI-3 dan KI-4. Keduanya, dikembangkan secara bersamaan dalam suatu proses pembelajaran dan menjadi wahana untuk mengembangkan KD pada KI-1 dan KI-2. Pembelajaran tidak langsung berkenaan dengan pembelajaran yang menyangkut KD yang dikembangkan dari KI-1 dan KI-2.

Proses pembelajaran terdiri atas lima pengalaman belajar pokok yaitu:a. mengamati; b. menanya;c. mengumpulkan informasi;d. mengasosiasi; dane. mengkomunikasikan. Kelima pengalaman belajar ini harus tercipta pada saat kegiatan pembelajaran.

Dalam standar proses pelaksanaan pembelajaran terdiri dari kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

1) Kegiatan Pendahuluan

Dalam kegiatan pendahuluan, guru:

a) menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran;

b) mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang materi yang sudah dipelajari dan terkait dengan materi yang akan dipelajari;

c) mengantarkan peserta didik kepada suatu permasalahan atau tugas yang akan dilakukan untuk mempelajari suatu materi dan menjelaskan tujuan pembelajaran atau KD yang akan dicapai; dan

d) menyampaikan garis besar cakupan materi dan penjelasan tentang kegiatan yang akan dilakukan peserta didik untuk menyelesaikan permasalahan atau tugas.

2) Kegiatan Inti

Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai tujuan, yang dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk secara aktif menjadi pencari informasi, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

Kegiatan inti menggunakan metode yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan matapelajaran, yang meliputi proses observasi, menanya, mengumpulkan informasi, asosiasi, dan komunikasi. Untuk pembelajaran yang berkenaan dengan KD yang bersifat prosedur untuk melakukan sesuatu, guru memfasilitasi agar peserta didik dapat melakukan pengamatan terhadap pemodelan/demonstrasi oleh guru atau ahli, peserta didik menirukan, selanjutnya guru melakukan pengecekan dan pemberian umpan balik, dan latihan lanjutan kepada peserta didik. Dalam setiap kegiatan guru harus memperhatikan kompetensi yang terkait dengan sikap seperti jujur, teliti, kerja sama, toleransi, disiplin, taat aturan, menghargai pendapat orang lain yang tercantum dalam silabus dan RPP. Cara pengumpulan data sedapat mungkin relevan dengan jenis data yang dieksplorasi, misalnya di laboratorium, studio, lapangan, perpustakaan, museum, dan sebagainya. Sebelum menggunakannya peserta didik harus tahu dan terlatih dilanjutkan dengan menerapkannya.

a) Mengamati

Dalam kegiatan mengamati, guru membuka secara luas dan bervariasi kesempatan peserta didik untuk melakukan pengamatan melalui kegiatan: melihat, menyimak, mendengar, dan membaca. Guru memfasilitasi peserta didik untuk melakukan pengamatan, melatih mereka untuk memperhatikan (melihat, membaca, mendengar) hal yang penting dari suatu benda atau objek.

b) Menanya

Dalam kegiatan mengamati, guru membuka kesempatan secara luas kepada peserta didik untuk bertanya mengenai apa yang sudah dilihat, disimak, dibaca atau dilihat. Guru perlu membimbing peserta didik untuk dapat mengajukan pertanyaan: pertanyaan tentang hasil pengamatan objek yang konkrit sampai kepada yang abstra berkenaan dengan fakta, konsep, prosedur, atau pun hal lain yang lebih abstrak. Pertanyaan yang bersifat faktual sampai kepada pertanyaan yang bersifat hipotetik.

Dari situasi di mana peserta didik dilatih menggunakan pertanyaan dari guru, masih memerlukan bantuan guru untuk mengajukan pertanyaan sampai ke tingkat di mana peserta didik mampu mengajukan pertanyaan secara mandiri.

Dari kegiatan kedua dihasilkan sejumlah pertanyaan. Melalui kegiatan bertanya dikembangkan rasa ingin tahu peserta didik. Semakin terlatih dalam bertanya maka rasa ingin tahu semakin dapat dikembangkan.

Pertanyaan terebut menjadi dasar untuk mencari informasi yang lebih lanjut dan beragam dari sumber yang ditentukan guru sampai yang ditentukan peserta didik, dari sumber yang tunggal sampai sumber yang beragam.

c) Mengumpulkan dan mengasosiasikan

Tindak lanjut dari bertanya adalah menggali dan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber melalui berbagai cara. Untuk itu peserta didik dapat membaca buku yang lebih banyak, memperhatikan fenomena atau objek yang lebih teliti, atau bahkan melakukan eksperimen. Dari kegiatan tersebut terkumpul sejumlah informasi.

Informasi tersebut menjadi dasar bagi kegiatan berikutnya yaitu memeroses informasi untuk menemukan keterkaitan satu informasi dengan informasi lainnya, menemukan pola dari keterkaitan informasi dan bahkan mengambil berbagai kesimpulan dari pola yang ditemukan.

d)Mengkomunikasikan hasil

Kegiatan berikutnya adalah menuliskan atau menceritakan apa yang ditemukan dalam kegiatan mencari informasi, mengasosiasikan dan menemukan pola. Hasil tersebut disampikan di kelas dan dinilai oleh guru sebagai hasil belajar peserta didik atau kelompok peserta didik tersebut.

3) Kegiatan Penutup

Dalam kegiatan penutup, guru bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran, melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram, memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran, merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik, dan menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.

Perlu diingat, bahwa KD-KD diorganisasikan ke dalam empat KI. KI-1 berkaitan dengan sikap diri terhadap Tuhan Yang Maha Esa. KI-2 berkaitan dengan karakter diri dan sikap sosial. KI-3 berisi KD tentang pengetahuan terhadap materi ajar, sedangkan KI-4 berisi KD tentang penyajian pengetahuan. KI-1, KI-2, dan KI-4 harus dikembangkan dan ditumbuhkan melalui proses pembelajaran setiap materi pokok yang tercantum dalam KI-3, untuk semua matapelajaran. KI-1 dan KI-2 tidak diajarkan langsung, tetapi indirect teaching pada setiap kegiatan pembelajaran.

BACA SELENGKAPNYA »

Selasa, 29 Juli 2014

Lembar Kerja (LK) RPP Kurikulum 2013

Lembar Kerja (LK) RPP Kurikulum 2013, Isilah lembar kerja ini sesuai permasalahan yang dihadapi guru dalam menyusun RPP!

No.

Identifikasi Permasalahan dihadapi guru dalam penyusunan RPP dan Solusi pemecahannya

1

Berdasarkan pengalaman Saudara, secara umum apa saja permasalahan dihadapi guru terkait dengan penyusunan RPP

a.Masalah

…………………………………………………………………………….

…………………………………………………………………………….

…………………………………………………………………………….

b.Solusi

…………………………………………………………………………….

…………………………………………………………………………….

…………………………………………………………………………….

2.

Berdasarkan pengalaman Saudara, bagaimana pola pikir guru terkait dengan:

a. Tingkat urgensinya RPP disusun oleh guru?

1) Tingkat urgensi:…………………………………………………..

……………………………………………………………………

2) Faktor Penyebabnya:……………………………………………..

…………………………………………………………………...

3) Menurut Saudara alternatif solusinya:

………………………………………………………………………..

………………………………………………………………………..

b. Pemahaman guru terhadap prinsip pengembangan RPP?

……………………………………………………………………..

……………………………………………………………………..

……………………………………………………………………..

……………………………………………………………………..

Menurut Saudara alternatif solusinya:

……………………………………………………………………..

……………………………………………………………………..

……………………………………………………………………..

……………………………………………………………………..

c. Pemahaman guru terhadap sistematika RPP?

……………………………………………………………………..

……………………………………………………………………..

……………………………………………………………………..

Menurut Saudara alternatif solusinya:

……………………………………………………………………..

……………………………………………………………………..

……………………………………………………………………..

   

Lembar Kerja (LK) RPP Kurikulum 2013

BACA SELENGKAPNYA »

Senin, 28 Juli 2014

Komponen Sistematika RPP Kurikulum 2013

Komponen dan Sistematika RPP Kurikulum 2013, Dalam Permendikbud Nomor 81A Tahun 2013 dinyatakan bahwa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) paling sedikit memuat: (i) tujuan pembelajaran, (ii) materi pembelajaran, (iii) metode pembelajaran, (i v) sumber belajar, dan (v) penilaian. image Adapun komponen-komponen RPP adalah sebagai berikut:

Identitas meliputi: Nama Sekolah, Mata Pelajaran, Kelas/Semester, Materi Pokok, Alokasi Waktu

A. Kompetensi Inti (KI)

B. Kompetensi Dasar dan Indikator

1. …………………..(KD pada KI-1)

2. …………………..(KD pada KI-2)

3. …………………..(KD pada KI-3)

Indikator: ……………………………………..

4. …………………..(KD pada KI-4)

Indikator: ………………………………………

C. Tujuan Pembelajaran

D. Materi Pembelajaran (rincian dari Materi Pokok)

E. Metode Pembelajaran (Rincian dari Kegiatan Pembelajaran)

F. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran

1. Media

2. Alat/Bahan

3. Sumber Belajar

G. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran (Jika dalam 1 RPP terdiri dari beberapa pertemuan)

1. Pertemuan Kesatu:

a. Pendahuluan/Kegiatan Awal (…menit)

1)………………………………………………………………………….

2)………………………………………………………………………….

3)………………………………………………………………………….

4)………………………………………………………………………….

b. Kegiatan Inti (...menit)

Sesuaikan sintaks dengan model / pendekatan/metode yang dipilih

1). Mengamati

2). Menanya

3). Mengumpulkan dan Mengasosiasikan

4). Mengkomunikasikan hasil

c. Penutup (…menit)

1)………………………………………………………………………..

2). ……………………………………………………………………….

3). ……………………………………………………………………….

4). ………………………………………………………………………

2. Pertemuan Kedua:

a. Pendahuluan/Kegiatan Awal (…menit)

1)………………………………………………………………………….

2)………………………………………………………………………….

3)………………………………………………………………………….

4)………………………………………………………………………….

b. Kegiatan Inti (...menit)

Sesuaikan sintaks dengan model / pendekatan/metode yang dipilih

1). Mengamati

2). Menanya

3). Mengumpulkan dan Mengasosiasikan

4). Mengkomunikasikan hasil

c. Penutup (…menit)

1)………………………………………………………………………..

2). ……………………………………………………………………….

3). ……………………………………………………………………….

4). ………………………………………………………………………

H. Penilaian

1. Jenis/teknik penilaian

(Unjuk Kerja / Kinerja melakukan Praktikum / Sikap / Proyek / Portofolio / Produk / penilaian diri / tes tertulis)

1. Bentuk instrumen dan instrumen

Isi sesuai (Daftar chek/skala penilaian/Lembar penilaian kinerja/Lembar penilaian sikap/Lembar Observasi/Pertanyaan langsung/Laporan Pribadi/Kuisioner/Memilih jawaban/ Mensuplai jawaban/Lembar penilaian portofolio

3. Pedoman penskoran

Komponen dan Sistematika RPP Kurikulum 2013

BACA SELENGKAPNYA »

Selasa, 01 Juli 2014

RPP SMK KURIKULUM 2013 CONTOH

CONTOH RPP SMK KURIKULUM 2013 image :

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan                    : Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)

Mata pelajaran                           : Alas Kaki

Kelas                                         : XI

Semester                                   : 1 (satu)

Alokasi Waktu                           : 2 x pertemuan (8 jam pelajaran @ 45’)

Aspek/materi pokok                  : Sepatu

Kompetensi  Inti (KI)            :

1.      Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

2.      Menghayati dan Mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

3.      Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam wawasan kemanusiaan,  kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian dalam bidang kerja yang spesifik untuk memecahkan masalah.

4.      Mengolah,  menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak  terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

Kompetensi Dasar (KD)       :

1.1    Menghargai keberagaman produk kerajinan di daerah setempat sebagai anugerah  Tuhan

2.1    Menghargai rasa ingin tahu dan sikap santun dalam menggali informasi tentang keberagaman karya kerajinan daerah setempat sebagai wujud cinta tanah air dan bangga pada produk Indonesia

2.2    Menghayati perilaku jujur, percaya diri, dan mandiri dalam merancang dan membuat karya kerajinan.

2.3    Menghargai kemauan bertoleransi, disiplin dan bertanggung jawab dalam penggunaan alat dan bahan, serta teliti dan rapi saat melakukan berbagai kegiatan pembuatan karya kerajinan.

3.1    Memahami macam dan model  sepatu,  pembentukan sepatu dan pelaksanaan penyelesaian akhir produk kriya sepatu Kulit.

4.1    Menerapkan  macam dan model sepatu,  pembentukan sepatu dan pelaksanaan penyelesaian akhir produk kriya sepatu Kulit

Indikator Pencapaian Kompetensi :

1.    Mengaplikasikan sikap disiplin, toleransi, dan bertanggung jawab dalam penggunaan alat dan bahan, serta teliti dan rapi saat melakukan berbagai kegiatan pembuatan sepatu bahan kulit.

2.    Memahami dan membuat desain pembuatan dan pengemasan sepatu secara kreatif berdasarkan konsep dan prosedur berkarya sesuai wilayah setempat.

3.    Membuat sepatu kulit sesuai desain yang ada di wilayah setempat.

 

 

 

A.  Tujuan Pembelajaran

Setelah pembelajaran peserta didik diharapkan mampu:

1.  menyatakan pendapat tentang keragaman karya kerajinan dari bahan kulit sebagai ungkapan rasa bangga dan wujud rasa syukur kepada Tuhan serta bangsa Indonesia.

2. mengidentifikasi fungsi, bahan, alat, dan proses yang digunakan pada pembuatan karya kerajinan dari bahan kulit dan di wilayah setempat berdasarkan rasa ingin tahu dan peduli lingkungan.

3.  merancang pembuatan karya sepatu dan karya modifikasinya berdasarkan orisinalitas ide dan cita rasa estetis diri sendiri.

4. membuat, menguji, dan mempresentasikan karya sepatu kulit di wilayah setempat berdasarkan teknik dan prosedur yang tepat dengan disiplin dan tanggung jawab.

B.  Materi Ajar

Bahan Ajar Proses pembuatan sepatu kulit:

1.    Pengertian kerajinan dari kulit;

2.    Berbagai jenis bahan kulit antara lain kulit samak nabati, samak krom, dan samak semi krom, dll

3.    Berbagai jenis alat, (Acuan sepatu, Pisau potong ,  Mistar, Gunting, Palu, Kaki tiga, Mesin seset, Mesin jahit, Pisau seset, Alat Pres, Batu marmer)

4.    Teknik dan proses pembuatan karya sepatu bahan kulit

5.    Model sepatu pada kerajinan dari bahan kulit Sepatu Derby/ Gibson, Oxport/ Moliere, Fantoffel, Fleksible ,danMonk

6.    Pengemasan karya sepatu kulit.

7.    Nilai-nilai spiritual dan sosial diaplikasikan dalam setiap perbuatan/perilaku peserta didik dalam pembelajaran. 

C.  Metode Pembelajaran

Pendekatan                 : Scientific dan PBL

Strategi                       :  Penggalian informasi (Project based learning)

Presentasi

Model pembelajaran   : Kooperatif

Metode                       : Penugasan,tanya jawab,diskusi,demonstrasi,proyek.

D.  Kegiatan Pembelajaran

Pertemuan 1

1.    Kegiatan Pendahulan (15 menit)

a.    Motivasi    :

·      Berdoa sebelum mulai pelajaran

·      Tanya jawab seputar kerajinan sepatu,  membahas dengan mengambil  contoh karya (gambar/benda langsung) sebagai perbandingan.

b.    Apersepsi : Tanya jawab tentang kerajinan sepatu.

c.    Menginformasikan kompetensi dasar yang harus dicapai oleh peserta didik.

2.    Kegiatan Inti (30 JP)

Langkah-Langkah Pembelajaran

Persiapan

1.    Menentukan projek

·   Peserta didik melihat model sepatu dilanjutkan dengan komentar dan tanya jawab.

·   Peserta didik dibagi dalam kelompok kecil terdiri dari 4-5 orang dengan diberikan tugas proyek “

·   Peserta didik bersama dengan kelompoknya menentukan tema/topik dengan cara menentukan satu jenis produk sebagai bahan untuk menyelesaikan tugas proyek tentang pembuatan produk.

·   Menyusun kebutuhan bahan dan alatyang digunakan pada membuat produk untuk semester ganjil.

2.   Merancang langkah-langkah penyelesaian projek

·      Peserta didik (secara berkelompok) merancang produk sepatu.

·      Peserta didik mendiskusikan bentuk produksepatu yang akan digunakan dalam membuat tugas.

·      Peserta didik (secara berkelompok) membagi tugas masing-masing anggota kelompok..

·      Peserta didik menyusun langkah-langkah proses pembuatan sepatu berdasarkan ketentuan standar Inrternasional

3.    Menyusun jadwal pelaksanaan projek

·      Peserta didik (secara berkelompok) berdiskusi menentukan jadwal kegiatan projek sesuai dengan target waktu yang telah disampaikan oleh guru.

·      Peserta didik (secara berkelompok) menyusun jadwal kegiatan penyelesaian tugas projek tahap demi tahap.

·      Jadwal Pelaksanaan Proyek

No

Kegiatan

Indikator kinerja

waktu  2 x 8 JP

1

2

3

4

5

6

7

8

 

 

1

Membuat sket

 

*

*

 

 

 

 

 

 

 

 

2.

Membuat desain :

Gambar kerja

Gambar Proyeksi

 

 

 

*

*

 

 

 

 

 

 

3.

Proses Pembuatan pola

 

 

 

 

 

*

*

 

 

 

 

4.

Penyusunan laporan

 

 

 

 

 

 

 

*

*

 

 

Pelaksanaan

1.    Menyelesaikan projek dengan fasilitasi dan monitoring guru

·      Peserta didik (secara berkelompok)melaksanakan membuat sket desain

·      Peserta didik (secara berkelompok) melakukan perlatihan untuk menentukan sket terpilih

·      Peserta didik (secara berkelompok) melakukan perlatihan untuk membuat desain

·      Peserta didik (secara berkelompok) melakukan perlatihan untuk membuat gambar kerja

·      Peserta didik (secara berkelompok) melakukan perlatihan untuk membuat komponen pola produk

2.    Menyusun laporan dan presentasi hasil projek

·      Peserta didik  (secara berkelompok) mendiskusikan hasil produkdengan yang telah dihasilkan.

·      Peserta didik secara berkelompok menyusun laporan kegiatan proyek dengan mendeskripsikan urutan proses produksi.

3.     Kegiatan Penutup (30 menit)

a)  Setiap siswa melakukan refleksi pembelajaran

Guru dan peserta didik membuat kesimpulan dari materi yangdipelajari.

Guru menanyakan pengalaman apa yang didapat peserta didik pada  pembelajaran kerajinan dari bahan kulitini.           

b)   Guru menyampaikaninformasi pembelajaran pada pertemuan ke-2,3, dan keyang akan  datang yaitu kerajinan sepatukulit diantaranya pantovel, sampai finishing.

Evaluasi proses dan hasil projek

·      Peserta didik secara berkelompok mepresentasikan hasil tugas kelompoknya secara bergantian di depan kelas. Sementara satu kelompok presentasi, kelompok lain mengamati dengan seksama.

·      Disamping presentasi hasil percobaan gerak dengan kecepatan tetap dan percepatan tetap peserta didik dalam kelompok juga menceriterakan proses berlangsungnya tugas projek serta menceriterakan hambatan dalam mengerjakan tugas projek sebagai bentuk refleksi kegiatan dalam pembelajaran.

·      Peserta didik kelompok lain memberikan tanggapan dan komentar tentang presentasi kelompok lain.  

 

E.   Sumber Belajar

1.    Media    : Model sepatu, gambar sepatu

2.    Sumber  :

………… 2006. Manajemen Pendidikan Dasar dan Menegah ,Panduan KTSP SMK-SB. Departemen pendidikan Nasional. Jakarta.

…………, 1996. Desain Kerajinan Kulit , Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan, Direktorat Pendidikan Dasar  dan Menengah, Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan , PT. Prasidha Adhikriya Bagian Proyek Pendidikan Kejuruan Non-TeknikII Jakarta

Keser, H. & Karahoca, D. 2010. Designing a project manajement e-course by using project base learning. Procedia Social and Behavioral Sciences 2 (2010) 5744-5754

Philippe Sinturel. 1999. Buku Panduan Kriya Kulit. Pendidikan  Menengah Kejuruan Kelompok Seni  Rupa dan Kriya, Pusat Pengembangan Penataran  Guru Kesenian Yogyakarta

Permendikbud, Kurikulum 2013 Nomer : 70 tahun 2013, tentang Kerangka Dasar  dan Struktur Kurikulum Sekolah Menegah Kejuruan/ Madrasah Aliah Kejuruan

 

 

 

 

 

 

 

F.    Penilaian

Pertemuan 1

Tabel 1: Format Penilaian Projek

Mata Pelajaran  : ……………………………….

Nama Projek     : ………………………………..

Alokasi Waktu  : ………………………………..

 

Nama/Kelompok: ………………………………….

NIS                   : …………………………………

Kelas                 : …………………………………

No.

Aspek Penilaian

Skor

1

2

3

4

5

1.

PERENCANAAN

 

 

 

 

 

a.  Persiapan

 

 

 

 

 

b.  Perumusan Judul/Tema

 

 

 

 

 

2.

PELAKSANAAN

 

 

 

 

 

a.  Proses pengamatan

 

 

 

 

 

b.  Pengumpulan data

 

 

 

 

 

c.  Persiapan alat/media/bahan

 

 

 

 

 

d.  Teknik pengolahan/eksplorasi

 

 

 

 

 

3.

LAPORAN PROYEK

 

 

 

 

 

a.  Hasil produk/performans

 

 

 

 

 

b.  Presentasi/penguasaan

 

 

 

 

 

c.  Laporan Tertulis/portopolio (sistematika, keakuratan sumber data, kuantitas sumber data, analisis data, penarikan kesimpulan)

 

 

 

 

 

 

TOTAL SKOR

 

 

 

 

 

 

Catatan: Skor diberikan dengan rentang skor 1 sampai 5, dengan ketentuan semakin lengkap jawaban dan ketepatan dalam proses pembuatan maka semakin tinggi nilainya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Penilaian pada pembelajaran berbasis projek juga dapat dilakukan dengan menilai produk yang dihasilkan dari tugas projek. Penilaian produk dilakukan untuk menilai proses pembuatan dan kualitas suatu produk yang dihasilkan oleh peserta didik. Penilaian produk dapat dilakukan pada tugas yang menekankan pada produk teknologi maupun karya seni. Adapun contoh format penilaian produk adalah sebagai berikut.

Tabel 2: Format Penilaian Produk (Teknologi/Karya Seni)

 

Mata Pelajaran  : ……………………………….

Nama Proyek    : ………………………………..

Alokasi Waktu  : ………………………………..

 

Nama/Kelompok: ………………………………….

NIS                   : …………………………………

Kelas                 : …………………………………

No.

Tahapan Penilaian

Skor

1

2

3

4

5

1.

TAHAP PERENCANAAN BAHAN (merencanakan, menggali, mengembangkan gagasan, dan mendesain produk)

 

 

 

 

 

2.

TAHAP PROSES PEMBUATAN

 

 

 

 

 

a. Persiapan alat dan bahan

 

 

 

 

 

b. Teknik pengolahan

 

 

 

 

 

c. Keselamatan kerja, Keamanan dan Kebersihan

 

 

 

 

 

3.

TAHAP AKHIR

 

 

 

 

 

a.     Bentuk fisik produk

 

 

 

 

 

b.    Inovasi

 

 

 

 

 

 

TOTAL SKOR

 

 

 

 

 

 

Catatan: Skor diberikan dengan rentang skor 1 sampai 5, dengan ketentuan semakin lengkap jawaban dan ketepatan dalam proses pembuatan maka semakin tinggi nilainya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


pada penilaian sikap dapat dilakukan dengan bentuk penilaian observasi, penilaian diri, penilaian “teman sejawat” (peer evaluation), dan penilaian jurnal oleh peserta didik. Instrumen yang digunakan untuk observasi, penilaian diri, dan penilaian antar peserta didik adalah daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang disertai rubrik, sedangkan pada jurnal berupa catatan yang disusun oleh guru. Contoh instrumen penilaian sikap dengan lembar pengamatan/observasi adalah sebagai berikut.

Tabel 3: Format Penilaian Sikap

Nama                                : ………………………………….

NIS                   : …………………………………

Kelas                 : …………………………………

No.

Aspek Penilaian

Skor

1

2

3

4

5

1.

Kerajinan

 

 

 

 

 

2.

Ketekunan

 

 

 

 

 

3.

Tanggung Jawab

 

 

 

 

 

4.

Kedisiplinan

 

 

 

 

 

5.

Kerjasama

 

 

 

 

 

6.

Tenggang rasa

 

 

 

 

 

7.

Kejujuran

 

 

 

 

 

 

TOTAL SKOR

 

 

 

 

 

Keterangan: Skala penilaian sikap dibuat  dengan rentang skor 1 sampai 5.

1 = sangat kurang; 2 = kurang; 3 = cukup; 4 = baik dan 5 = amat baik.

Untuk penilaian sikap, angka ini berfungsi sebagai alat peringkasprofil peserta didik, bukan sebagai harga mati untuk KKM.

 

 

 

 

 

 

 

 


Penilaian sikap juga dapat dilakukan dengan penilaian diri dengan menggunakan daftar cek atau skala penilaian (rating scale). Contoh instrumen penilaian sikap dengan penilaian diri adalah sebagai berikut.

Nama              : ______________________________

NIS                   : ______________________________

Kelas                : ______________________________

Petunjuk

Berilah tanda silang (X) sesuai dengan kondisi diri Anda.

Keterangan

SS : Sangat Setuju, S: Setuju, TS: Tidak Setuju, dan STS: Sangat Tidak Setuju

 

NO

PERNYATAAN

Penilaian

SS

S

TS

STS

1

Saya sudah dapat mengembangkan tema pada tugas proyek yang diberikan guru

 

 

 

 

2

Saya dapat merancang jadwal pelaksanaan kegiatan proyek dengan baik

 

 

 

 

3

Saya dapat menyusun jadwal pelaksanaan proyek dengan sistematis

 

 

 

 

4

Saya dapat menyelesaikan proyrk sesuai dengan langkah langkah yang telah ditetukan

 

 

 

 

5

Saya dapat menyusun laporan dengan sistematis dan baik

 

 

 

 

6

Saya dapat mempresentasikan hasil kegiatan proyek dengan baik

 

 

 

 

7

Saya telah menguasai materi pembelajaran dengan baik

 

 

 

 

 

Tabel 4:  Instrumen Penilaian Diri

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

         

1.  Teknik Penilaian      : Pengetahuan, Keterampilan, dan Sikap

2. Bentuk Instrumen    : Penugasan dan Proyek

Bobot Penilaian

Nilai    =   jumlah skor : jumlah skor maksimal

1.   Penilaian Karakter               :

2.   Penilaian Karakter               :

 

  No.

Nilai Karakter

Kriteria

Skor

1

Kreatif

-      Kreatif

-      Menunjukkan usaha kreatif

-      Dibimbing untuk kreatif

-      Tidak ada kemauan untuk kreatif

A

B

C

D

2

Tanggung jawab

-       Bertanggung jawab

-       Menunjukkan usaha bertanggung jawab

-       Dibimbing untuk bertanggung jawab

-       Tidak ada kemauan untuk bertanggung jawab

A

B

C

D

 

3

Kerja keras

-      Bekerja keras

-      Menunjukkan usaha kerja keras

-      Dibimbing untuk  bekerja keras

-      Tidak ada kemaan untuk bekerja keras

A

B

C

D

4

Mandiri

-      Mandiri

-      Menunjukkan usaha kurang mandiri

-      Dibimbing untuk mandiri

-      Tidak ada kemauan untuk mandiri

A

B

C

D

 

 

Mengetahui                                                                                                           

Kepala Sekolah,                                          Guru DPK Kulit Kelas XI,

 

 

 

-------------------------    

BACA SELENGKAPNYA »

Artikel Favorit