Penilaian Unjuk Kerja Siswa | Media Pendidikan

Sabtu, 10 Agustus 2013

Penilaian Unjuk Kerja Siswa

CMS Sekolah Gratis untuk Pendidikan Indonesia

Berbagai teknik penilaian dapat dilakukan untuk mengumpulkan informasi kemajuan belajar peserta didik, baik yang berhubungan dengan proses belajar maupun hasil belajar, sesuai dengan kompetensi yang harus dikuasai. Penilaian kompetensi dilakukan melalui pengukuran indikator-indikator pada setiap kompetensi dasar. Dalam penilaian hasil belajar dapat digunakan berbagai teknik penilaian diantaranya adalah: penilaian unjuk kerja, penilaian sikap, penilaian tertulis, penilaian proyek, penggunaan portofolio, dan penilaian diri.

1.     Pengertian

Penilaian unjuk kerja merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati  kegiatan peserta didik dalam melakukan suatu pekerjaan/tugas. Penilaian ini cocok digunakan untuk menilai ketercapaian penguasaan kompetensi yang menuntut peserta didik melakukan tugas tertentu, seperti: praktik di bengkel/laboratorium, praktik sholat, praktik olah raga, presentasi, diskusi, bermain peran, memainkan alat musik, bernyanyi, dan membaca puisi/deklamasi. Cara penilaian ini dianggap lebih otentik daripada tes tertulis, karena apa yang dinilai lebih mencerminkan kemampuan peserta didik yang sebenarnya.

Penilaian unjuk kerja perlu mempertimbangkan hal-hal berikut:

a.     langkah-langkah kerja yang diharapkan untuk dilakukan peserta didik dalam menunjukkan kinerja dari suatu kompetensi.

b.    kelengkapan dan ketepatan aspek yang akan dinilai dalam kinerja tersebut.

c.     kemampuan-kemampuan khusus yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas.

d.    kemampuan yang akan dinilai tidak terlalu banyak (hanya yang esensial), sehingga semua dapat diamati.

e.     kemampuan yang akan dinilai diurutkan berdasarkan urutan yang akan diamati.

image

2.     Teknik Penilaian Unjuk Kerja

Pengamatan unjuk kerja perlu dilakukan dalam berbagai konteks untuk menetapkan tingkat pencapaian kemampuan tertentu. Misalnya, untuk menilai kemampuan berbicara peserta didik perlu dilakukan pengamatan atau observasi berbicara yang beragam, seperti: diskusi dalam kelompok kecil, berpidato, bercerita, dan melakukan wawancara. Dengan demikian, gambaran kemampuan peserta didik akan lebih utuh.

Penilaian unjuk kerja dapat dilakukan dengan menggunakan daftar cek (”ya”/”tidak”), terhadap indikator-indikator pada setiap KD. Peserta didik dinyatakan ”kompeten” apabila seluruh indikator terpenuhi (ya) dan ”tidak kompeten” apabila ada indikator yang tidak terpenuhi.

Contoh

Format Penilaian Pembuatan Telor Asin

Nama peserta didik: ___________                                                                                Kelas: ________

No.

KD/Indikator

Ya

Tidak

A.

Memilih telor:

 

 

1.

Telor dipilih berdasarkan kesegarannya menurut candle system

 

 

2.

Telor dipilih berdasarkan keutuhannya

 

 

B.

Membuat adonan

 

 

1.

Komposisi garam dan bahan pembungkus 1:3

 

 

2.

Dst.

 

 

C.

Dst.

 

 

3.     Pengolahan Data Penilaian Unjuk Kerja

Data penilaian unjuk kerja adalah skor yang diperoleh dari pengamatan terhadap unjuk kerja peserta didik dari suatu kompetensi. Skor diperoleh dari format penilaian unjuk kerja, berupa daftar ceklist.

Nilai yang dicapai oleh peserta didik dalam suatu unjuk kerja adalah tingkat ketercapaian indikator pada setiap KD. Nilai unjuk kerja suatu kompetensi ditetapkan berdasarkan skor KD terendah. 

Untuk lebih jelasnya, silahkan baca juga, artikel yang berhubungan dengan Artikel Penilaian Unjuk Kerja Siswa, antara lain :
Bila Artikel Penilaian Unjuk Kerja Siswa dirasa bermanfaat untuk Anda, sudi kiranya Anda berikan G plus one anda kami juga sangat bahagia bila anda suka dengan tulisan Penilaian Unjuk Kerja Siswa ini
Komentar www.m-edukasi.web.idDan kami sangat berterimakasih, kepada anda yang telah meninggalkan komentarnya dibawah ini.



0 komentar:


Posting Komentar

Artikel Favorit