Jumat, 17 Agustus 2012

Media Sebagai Alat Bantu

Media mempunyai peranan sangat penting dalam proses pembelajaran.
Segala sesuatu yang dapat membantu dan memudahkan proses pembelajaran dapat kita sebut sebagai media.
 
Dengan menggunakan media, seorang guru dapat dengan mudah menyampaikan materi yang akan diajarkan guna tercapainya tujuan pembelajaran. Suatu proses pembelajaran akan berjalan dengan baik apabila seorang pengajar menggunakan sebuah media. Dengan kata lain, penggunaan media juga harus tepat guna dan sesuai sasaran serta membuat proses pembelajaran tidak monoton.
BACA SELENGKAPNYA »

Rabu, 15 Agustus 2012

Pengertian Media Pendidikan

Media pendidikan mempunyai peran yang sangat penting di dalam kegiatan pengajaran. Kehadiran media di dalam dunia pendidikan, khususnya dalam rangka efektifitas dan defisiensi pengajaran sangat di perlukan. Dalam dunia pengajaran, pada umumnya atau informasi tersebut berasal dari sumber informasi, yakni guru sedangkan sebagai penerima informasinya adalah siswa. Pesan atau informasi yang dikomunikasikan sejumlah kemampuan yang perlu dikuasai oleh siswa, meliputi kemampuan kognitif bersifat intelektual, kemampuan psikomotorik yang bersifat jasmaniah atau keterampilan fisik. Kemampuan itu dikomunikasikan melalui berbagai saluran, yaitu saluran penglihatan (visual), saluran pendengaran (audio), saluran penglihatan dan pendengaran (audio visual), saluran perasaan (sense), dan saluran yang berwujud penampilan (performance).


Kata media dari bahasa Latin medium yang berarti ‘perantara’ atau ‘pengantar’. Dalam aktivitas pembelajaran, media adalah sesuatu yang merupakan bagian di dalam interaksi yang berlangsung antara pendidik dengan peserta didik seperti yang diungkapkan Gearlach dan Ely dalam Fathurrohman dan Sutikno (2007: 65) bahwa “media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi atau kejadian yang membangun suatu kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan atau sikap”.

Dari definisi-definisi para ahli kebahasaan dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, dapat merangsang pikiran dan perasaan dalam interaksi antara pengajar dan pembelajar. Media pembelajaran bertindak sebagai suatu sarana fisik yang dapat mempengaruhi situasi belajar mengajar baik di dalam maupun di luar kelas. Dapat diartikan bahwa media bukan merupakan pelengkap melainkan adalah komponen yang tidak dapat dilepaskan dari proses belajar mengajar.

BACA SELENGKAPNYA »

Kamis, 09 Agustus 2012

REFLEKSI 5 TAHUN PROGRAM SERTIFIKASI GURU

Berdasarkan UU No.14 Tahun 2005 dan PP No. 74 Tahun 2008 Pasal 1 ayat 1 berbunyi “Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah”. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk meningkatkan komptensi guru demi untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas, salah satu program pemerintah sejak 2007 sampai sekarang adalah pemberian sertfikat pendidik bagi guru yang telah S1 dan mempunyai masa kerja minimal 5 tahun serta beberapa persyaratan lainnya. Begitu strategisnya posisi guru dalam pendidikan, maka tidak salah jika pemerintah memprioritaskan peningkatan mutu pendidik melalui program sertifikasi guru sebagai kunci peningkatan mutu pendidikan nasional.

Berbagai metode perekrutan telah dilakukan pemerintah mulai dari penilaian portofolio, Pendidikan dan Pelatihan Profesi guru (PLPG), pemberian serifikat pendidik secara langsung, pendidikan profesi guru (PPG) dan terakhir 2011 kemarin melalui Uji Kompetensi Awal (UKA) ternyata juga belum memberikan hasil yang maksimal terhadap peningkatan kompetensi sesorang guru. Jika kita merujuk pada data Dirjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan ternyata hampir separuh dari 2,6 Juta guru di Indonesia belum layak mengajar baik dari segi kompetensi maupun kualifikasi akademik.

Tahun 2012 pemerintah kembali mengeluarkan program baru untuk mengukur kompetensi guru yang telah di sertifikasi dengan cara melakukan Uji Kompetensi Guru (UKG) secara online yang berlaku secara nasional selama 4 hari dari tanggal 30 Juli s/d 2 Agustus 2012.

Melihat hasil UKG secara nasional tersebut ternyata hasilnya sangat mengecewakan yang mana rata-rata guru mendapatkan nilai 40 s/d 60 masih dibawah standar nasional yaitu 70. Melihat kondisi ini terjadi maka muncul pertanyaan kira-kira metode apa yang paling tepat dalam meningkatkan kompetensi guru yang benar-benar sesaui dengan apa yang termaktub dalam UU dan PP yang mengatur tentang guru tersebut, agar mutu pendidikan bisa tercapai melalui peningkatan kompetensi guru.

Kapan Kompetensi dan Kulaifikasi guru dapat terwujud maksimal…?

Lima tahun sudah program sertifikasi guru telah berlalu, berbagai regulasi tentang peningkatan komptensi dan kulaifikasi guru telah dikelurakan pemerintah, mulai dari UU sampai pada peraturan mentri pendidikan nasional namun sampai hari ini belum ada yang berlaku efektif. Ketika kita membaca diberbagai media massa ternyata banyak daerah yang mengabaikan regulasi tersebut dengan alasan otonomi daerah. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah apakah sistem yang salah ataukah memang karakter manusinya yang selalu menagabaikan aturan yang telah ada, bahkan masih banyak kita jumpai guru yang belum bisa menguasai ICT padahal itu adalah bagian dari kompetensi guru yang telah disertifikasi.

Ada 4 kompetensi yang harus dikuasai seorang pendidik atau guru yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesioanal. Namun ketika kita melihat kondisi hari ini tenyata dari ke empat komptensi ini tenyata masih banyak yang diabaikan guru utamanya komptensi kepribadian dan profesinal. Bukan hal yang dirahasiakan lagi ketika masih banyak guru yang melakukan kekerasan terhadap para peserta didik dikelas dan kurangnya kemampuan guru dalam menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang sedang berkembang salah satu contoh hasil UKG membuktikan bahwa ternyata masih banyak guru yang belum menguasai komputer padahal itu adalah bagian dari kompetensi professional seorang guru yang telah disertifikasi.

Begitupun dengan kualifikasi akaedmik masih banyak guru didaerah yang tenyata belum memiliki kualifikasi akademik S1 atau D-IV, padahal jelas di Permendiknas No.16 tahun 2007 tentang standar kualifikasi dan kompetensi guru disebutkan guru minimal berkualifikasi akademik S1 atau D-IV. Bahkan peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permenegpan & RB) Nomor 16 tahun 2009 Tentang Jabatan fungsional guru dan angka kreditnya dijelaskan bahwa 2015 guru semua harus berkualifikasi akademik S1 atau D-IV. Selain itu pula jam mengajar guru yang telah disertifikasi minimal 24 jam dan maksimal 40 jam perminggu, namun sampai hari ini tenyata masih banyak juga guru yang belum bisa memenuhi target tersebut dengan alasan kurangnya rombongan belajar disatuan pendidikan tertentu sehingga membuat kebanyakan guru mencari jam mengajar tambahan disekolah lain. Bahkan sanksi bagi guru yang belum bisa memenuhi jam mengajar minimal 24 jam perminggu tidak tangung-tangung yaitu akan dihilangkan haknya untuk mendapat tunjangan profesi, tunjangan fungsional,dan maslahat tambahan.

Melihat kondisi hari ini maka penulis mengambil sebuah kesimpulan bahwa guru yang belum bisa memenuhi standar kualifikasi baik dari segi kompetensi maupun kualifikasi akademik salah satu faktor penyebabnya adalah lemahnya sistem pengawasan terhadap guru-guru yang telah disertifikasi baik dari pemrintah daerah maupun pemerintah pusat, yang pada akhirnya program sertifikasi guru sampai sekarang belum mengalami peningkatan yang signifikan terhadap pengaruh peningkatan mutu pendidikan.

IDENTITAS PENULIS

clip_image002

Judul Artikel : REFLEKSI 5 TAHUN PROGRAM SERTIFIKASI GURU

Nama Pengarang : SUHARTO,S.Pd

Nomor Identitas, NIP : 19820219 200901 1 007

Tempat /Tanggal Lahir : Palopo, 19 Februari 1982

Pekerjaan : PNS (Guru)

Agama : Islam

E-Mail : attolaba@ymail.com

Suku/Kebangsaan : Bugis/Indonesia

No. Rekenig : 3051-01-018434-53-2 ( Bank BRI )

Institusi Kerja : SDN 089 Masamba, Jl. Masamba Affair No.178 Masamba

Kec. Masamba, Kab. Luwu utara, Provinsi Sulawesi Selatan

Telp. (0473) 21646, Kode Pos 91962

Alamat Rumah : Desa Laba, Kec. Masamba, Kab. Luwu utara

Provinsi Sulawesi Selatan

Hp. 085 242 669 631 / 085 299 896 754

Kode Pos 91962

BACA SELENGKAPNYA »

Rabu, 08 Agustus 2012

MEMAHAMI SISTEM REPRODUKSI PADA MANUSIA DENGAN CARA MENGAITKANNYA DENGAN IMTAQ

A. Pendahuluan

Guru sebagai pendidik seyogyanya merasa prihatin terhadap perilaku menyimpang yang dilakukan oleh sebagian peserta didik dewasa ini. Tidak dapat dipungkiri bahwa faktor lingkungan memiliki pengaruh yang besar terhadap perkembangan anak. Kemajuan teknologi banyak disalahgunakan oleh anak didik kita, kurangnya pengawasan orang tua membuat anak semakin leluasa untuk berbuat hal-hal yang negatif sehingga kita sering mendengar bahwa pelajar melakukan tindakan amoral, terlibat VCD porno, hamil diluar nikah, sodomi dan lain-lain.

Salah satu penyebab terjadinya hal di atas adalah kurangnya pemahaman peserta didik tentang sistem reproduksi. Para ahli psikologi mengatakan bahwa sex education hendaknya diberikan sedini mungkin sehingga anak mengerti dan memahami hal tersebut. Disamping itu anak harus memiliki benteng tangguh yang dapat melindungi dirinya dari perilaku menyimpang yaitu Iman dan Taqwa.

Oleh sebab itu melalui makalah ini penulis mengajak rekan-rekan guru agar dapat memilih metode yang tepat untuk materi sistem reproduksi pada manusia dan mengaitkannya dengan Iman dan Taqwa.

B. Keterkaitan materi sistem reproduksi pada manusia dengan IMTAQ

Kompetensi dasar yang harus dicapai adalah mendeskripsikan sistem reproduksi dan penyakit yang berhubungan dengan sistem reproduksi pada manusia. Materi ini diawali dengan mendeskripsikan struktur alat reproduksi wanita dan struktur alat reproduksi laki-laki. Alat reproduksi wanita terdiri dari ovarium ( 1 pasang ) berfungsi untuk menghasilkan sel telur ( ovum ), tuba fallopi berfungsi sebagai tempat terjadinya pembuahan ( fertilisasi ), uterus ( rahim ) berfungsi untuk tempat tumbuh dan berkembangnya embrio dan vagina berfungsi sebagai jalan lahirnya bayi, tempat keluarnya darah haid sekaligus jalan masuk bagi sel spermatozoid. Alat reproduksi laki-laki terdiri dari testis ( 1 pasang )berfungsi untuk menghasilkan sel spermatozoid, Vasa deferens ( saluran sel spermatozoid ) berfungsi untuk menyalurkan sel spermatozoid dari testis dan penis berfungsi untuk menyalurkan sel spermatozoid ke alat reproduksi wanita. Dengan memahami struktur alat reproduksi pada manusia hendaknya peserta didik dapat merasakan kebesaran Allah atas ciptaan-Nya, Allah menciptakan manusia dengan sangat sempurna seperti yang tercantum dalam surat Al Infithaar ( 82:7-8 ) yang artinya : Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan ( susunan tubuhmu ) seimbang ( 7 ), dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu ( 8 ).

Pertumbuhan dan perkembangan embrionik dimulai semenjak terjadinya fertilisasi ( peleburan sel telur dengan sel spermatozoid ) yang menghasilkan zygot, selanjutnya zygot berkembang menjadi embrio dan seterusnya menjadi janin. Zygot akan mengalami pembelahan secara mitosis dari satu sel menjadi dua sel, empat sel, delapan sel dan seterusnya. Pembelahan zygot menjadi sel-sel anak tersebut disebut dengan cleavage. Pembelahan terjadi secara cepat dan menghasilkan sel-sel anak yang tetap berkumpul menjadi satu kesatuan yang menyerupai buah anggur yang disebut dengan morula. Selanjutnya morula akan menjadi blastula yang memiliki suatu rongga, proses pembentukan morula menjadi blastula disebut dengan blastulasi. Blastula akan menjadi gastrula, prosesnya disebut dengan gastrulasi yaitu proses terbentuknya 3 lapisan embrionik antara lain lapisan bagian luar ( ektoderm ), lapisan bagian tengah ( mesoderm ) dan lapisan bagian dalam ( endoderm ).

Selanjutnya tahap organogenesis yaitu proses pembentukan organ – organ tubuh yang merupakan perkembangan lebih lanjut dari ketiga lapisan embrionik diatas yaitu :

1. Ektoderm mengalami deferensiasi menjadi kulit, rambut, sistem saraf dan alat indra

2. Mesoderm mengalami deferensiasi menjadi otot, rangka, alat reproduksi ( testis dan ovarium ), alat peredaran darah dan alat ekskresi ( ginjal )

3. Endoderm mengalami deferensiasi menjadi alat pencernaan dan kelenjer pencernaan, dan alat pernapasan

Perkembangan embrio di dalam rahim ibu terjadi selama kurang lebih 9 bulan 10 hari dan dibagi menjadi 3 trimester yaitu :

1. Trimester pertama

Embrio berkembang menjadi janin , panjangnya kurang lebih 5,5 cm, janin telah berbentuk manusia walaupun ukuran kepala sangat besar, di akhir trimester pertama janin mulai menggerakkan tangan dan kakinya

2. Trimester kedua

Janin semakin berkembang, panjangnya kurang lebih 19 cm, tangan dan kaki telah berkembang, muka tumbuh memanjang, detak jantung telah terdeteksi dan gerakan janin mulai aktif

3. Trimester ketiga

Pertumbuhan ukuran janin sangat cepat, ukuran tubuh sudah proporsional seperti bayi, menjelang kelahiran beratnya kurang lebih 3 kg dan panjangnya 50 cm

Setelah beberapa minggu embrio akan tumbuh dan berkembang menjadi janin. Janin melekat pada plasenta dan dihubungkan oleh tali pusat. Janin dilindungi oleh rongga amnion yang di dalamnya terdapat cairan amnion ( ketuban ). Amnion berfungsi untuk melindungi embrio dari goncangan dan kekeringan. Disamping amnion juga terdapat selaput pembungkus embrio yang disebut dengan:

1. Korion , terletak di sebelah luar amnion

2. Sakus vitellinus ( kantong kuning telur ), terletak diantara amnion dan plasenta

3. Alantois, terletak di dalam tali pusat, yang berfungsi untuk ekskresi

Proses perkembangan embrio pada manusia dapat dilihat pada gambar berikut :

clip_image002clip_image004

clip_image006clip_image008

clip_image010

Allah SWT menceritakan proses kejadian manusia dalam surat Almukminun ( 23: 12-14 ) yang artinya: Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati ( berasal ) dari tanah (12), kemudian Kami jadikan saripati itu air mani ( yang disimpan ) dalam tempat yang kokoh/rahim ( 13 ), kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal daging, dan segumpal daging itu kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu kami bungkus dengan daging, kemudian Kami jadikan dia makhluk yang ( berbentuk ) lain, maka Maha suci Allah, Pencipta Yang Paling Baik ( 14 ).

Allah juga menjelaskan dalam surat Az Zumar ( 39:6 ) yang artinya : Dia menciptakan kamu dari seorang diri kemudian Dia jadikan daripadanya isterinya dan Dia menurunkan untuk kamu delapan ekor yang berpasangan dari binatang ternak. Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang berbuat demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan selain Dia, maka bagaimana kamu dapat dipalingkan ? ( 6 ).

Dalam Al Quran dan terjemahannya dinyatakan bahwa yang dimaksud dengan tiga kegelapan adalah :

1. Kegelapan dalam perut

2. Kegelapan dalam rahim

3. Kegelapan dalam selaput yang melindungi anak dalam rahim

Manusia adalah makhluk yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk lainnya.

Allah SWT menjelaskan dalam surat At Tiin ( 95:4 ) yang artinya : Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya ( 4 )

Ketika tiba saatnya untuk melahirkan maka otot dinding rahim akan berkontraksi, detik-detik menjelang kelahiran adalah saat-saat ibu berjuang antara hidup dan mati, hanya doa yang dapat dipanjatkan semoga kelahiran berujung selamat.

Setelah memahami proses kejadian manusia yang sangat luar biasa kita ajak peserta didik untuk untuk bersikap santun kepada orang tuanya, terutama ibu tang telah mengandung dan melahirkan serta menyapihnya selama 2 tahun. Ibu yang mendidik dan membesarkan kita tanpa kenal lelah dan tiada berkeluh kesah sebagaimana yang tercantum dalam surat Luqman ( 31:14 ) yang artinya : Dan Kami perintahkan kepada manusia ( berbuat baik ) kepada dua orang ibu bapanya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun, Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapamu, hanya kepadaKulah kembalimu ( 14 )

Mengingat betapa beratnya beban seorang ibu maka tidak salah kalau Rasulullah juga berpesan dalam sebuah haditsnya Ibumu.......ibumu.......ibumu ......., kemudian bapakmu. Namun kenyataan yang kita lihat sekarang masih banyak peserta didik yang tidak santun kepada orang tuanya, suka membentak, berkaata kasar, acuh dan tidak patuh. Tugas kita sebagai pendidik umtuk mengingatkan kembali bahwa apa yang mereka lakukan adalah perbuatan yang akan melukai hati orang tuanya dan termasuk pada salah satu dosa besar.

C. Penutup

1. Kesimpulan

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa dengan mengaitkan materi sistem reproduksi pada manusia dengan IMTAQ diharapkan peserta didik dapat memahami materi tersebut sehingga mereka terhindar dari perilaku negatif dan bersikap santun kepada ibu bapaknya serta dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

2. Saran

Diharapkan agar materi lain dalam biologi dan mata pelajaran lain juga dikaitkan dengan IMTAQ

Referensi :

Al Quran Dan Terjemahannya ( 1989 ) Departemen Agama Republik Indonesia

Evelyn C.Pearce .1993. Anatomi Dan Fisiologi Untuk Paramedis. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama

Kuswanti, Nur dkk. 2008. Contextual Teaching and Learniang IPA SMP/MTs Kelas IX. Jakarta : Depdiknas

Naskah Keterkaitan 11 Mata Pelajaran di SLTP dengan IMTAQ. 1999. Depdikbud

Prawirohartono,Slamet . 2003. Biologi 3. Jakarta : Bumi Aksara

Syamsuddin Muhammad Ibn Abi Bakr. Anatomi Tubuh Dalam Al Quran. PT Intimedia Ciptanusantara

 

IDENTITAS PENULIS

clip_image002

Judul Artikel : Memahami sistem reproduksi pada manusia dengan cara

Mengaitkannya dengan IMTAQ

Nama Pengarang : Dewi Wariyenti,S.Pd

Nomor Identitas, NIP, NIY : 19751206 199903 2 002

Institusi Kerja : SMP Negeri 2 Kec.Suliki

Email : ariyantidwy612@yahoo.com

Alamat Blog : dewi wariyenti blogspot.com

Facebook : Dwy Ariyanti

BACA SELENGKAPNYA »

Artikel Favorit